INGATLAH.COM — Dunia hiburan Tanah Air berduka.
Ika Swastika, atau yang akrab dikenal dengan nama panggung Ika Zidane, pengisi suara di balik karakter ikonik Doraemon dan Ninja Hattori, meninggal dunia pada Senin (20/10/2025).
Kabar duka ini disampaikan oleh Komunitas Voice Over Dubber Announcer Indonesia (KVDAI) melalui unggahan di akun Instagram resminya, @kvdaindonesia.
“Keluarga besar KVDAI turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Ika Zidane. Semoga amal beliau diterima di sisi-Nya, diampuni dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Karya dan suara Ibu Ika Zidane akan selalu hidup dalam kenangan, tak lekang oleh waktu,” tulis pernyataan resmi KVDAI, dikutip Rabu (22/10/2025).
Jenazah Ika Zidane telah dimakamkan pada hari yang sama di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya almarhumah.
Nama Ika Zidane bukan sekadar pengisi suara. Ia adalah bagian dari sejarah panjang dunia dubbing Indonesia.
Perjalanan kariernya dimulai pada 1996 di Sanggar Prathivi, tempat lahirnya banyak dubber ternama.
Setelah sempat bekerja sebagai penerjemah, Ika kembali menekuni dunia dubbing pada 1999, keputusan yang menjadi jalan hidupnya hingga akhir hayat.
Suara khas Ika menghidupkan berbagai karakter yang menemani masa kecil banyak orang Indonesia.
Ia dikenal luas sebagai Doraemon dalam film “Stand By Me” dan “Stand By Me 2”, serta Kanzo Hattori dalam serial legendaris “Ninja Hattori”.
Tak berhenti di situ, Ika juga mengisi suara karakter Togemon, Sora, Renamon, dan Hikari dalam Digimon, serta Sailor Pluto (Setsuna Meiou) dalam Sailor Moon — menjadikannya salah satu dubber paling berpengaruh di generasinya.
Dunia sulih suara rupanya bukan hal baru bagi keluarga Ika.
Ia merupakan adik dari Anita Riyadi, pengisi suara Doraemon versi pertama (1989–1993).
Mengikuti jejak sang kakak, Ika kemudian melanjutkan peran legendaris itu dan sukses menciptakan karakter Doraemon dengan warna suara khas yang lekat di hati penonton lintas generasi.
Kini, meski raganya telah tiada, suara Ika Zidane akan selalu menjadi bagian dari kenangan kolektif jutaan penonton Indonesia — suara yang membawa tawa, haru, dan nostalgia masa kecil yang tak tergantikan.





