MerantiBeritaRiauUtama

Kasus Muntaber di Kepulauan Meranti, Satu Balita Meninggal Dunia

×

Kasus Muntaber di Kepulauan Meranti, Satu Balita Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak muntaber. (Dok. Tribun Health)
Ilustrasi anak muntaber. (Dok. Tribun Health)

INGATLAH.COM – Kasus penyakit muntaber (muntah dan berak) mulai mengkhawatirkan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Hingga kini, penyakit tersebut bahkan sudah merenggut satu korban jiwa.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (17/10/2025).

Ia menyebut seorang balita di Kecamatan Merbau meninggal setelah mengalami dehidrasi akibat muntaber.

“Iya, sudah ada korban balita di wilayah kerja Puskesmas Teluk Blitung, Kecamatan Merbau. Korban kehilangan banyak cairan tubuh dan terlambat mendapatkan pertolongan medis,” ujar Ade.

Baca Juga  KPU Sumbar Serahkan SK CPNS 2024, Tegaskan Integritas Penyelenggara Pemilu

Menurutnya, peningkatan kasus muntaber di Meranti dipicu oleh kondisi cuaca dan kualitas lingkungan, terutama air dan makanan.

Situasi musim hujan dinilai memperbesar potensi penyebaran bakteri penyebab muntaber.

“Air minum harus dimasak terlebih dahulu. Makanan yang dikonsumsi juga harus dipastikan sehat dan tidak tercemar bakteri,” tambahnya.

Ade mengingatkan masyarakat agar segera membawa penderita muntaber ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas, pustu, atau poskesdes.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Jika cepat ditangani, pasien bisa diselamatkan,” tegasnya.

Baca Juga  Wajib Patuhi Regulasi Netralitas, ASN Sumbar Diminta Berikan Teladan Kepada Masyarakat

Sementara itu, Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Sardi, mengakui rumah sakit sempat kewalahan akibat lonjakan pasien muntaber.

Untuk mengantisipasi, pihaknya bahkan mengoptimalkan sejumlah ruang rawat inap tambahan.

“Benar, kemarin rumah sakit penuh oleh pasien muntaber, khususnya dari luar Selatpanjang. Alhamdulillah semua bisa tertangani meski kami harus menambah ruangan rawat inap,” jelasnya.

Kendati kasus mulai menunjukkan penurunan, RSUD Kepulauan Meranti tetap bersiaga untuk memastikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.