RiauKuantan Singingi

Penertiban PETI di Kuansing Ricuh, Rombongan Forkopimda dan Kapolres Diserang Massa

×

Penertiban PETI di Kuansing Ricuh, Rombongan Forkopimda dan Kapolres Diserang Massa

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berujung ricuh.

Rombongan Forkopimda yang dipimpin langsung oleh Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, bersama Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, diserang oleh sekelompok orang tak dikenal saat menyusuri Sungai Kuantan, Selasa (7/10/2025).

Awalnya, operasi gabungan itu berjalan kondusif. Tim yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI tengah melakukan patroli menggunakan perahu motor untuk menertibkan aktivitas tambang emas ilegal di sepanjang aliran Sungai Kuantan.

Situasi berubah mencekam ketika rombongan hendak merapat di salah satu titik daratan di wilayah Cerenti.

Puluhan orang tiba-tiba menghadang dan menolak upaya razia PETI. Mereka melakukan pengadangan dan penyerangan terhadap rombongan pejabat yang tengah menjalankan tugas.

Baca Juga  Sambut Ramadan 1447 H, KUA se-Riau Gelar GEBET BBM di 1.867 Masjid

Akibat insiden itu, sejumlah kendaraan dinas yang ditinggalkan di lokasi dirusak massa. Mobil dinas milik Kapolres dan Kabag Ops Polres Kuansing mengalami kerusakan cukup parah.

Tidak hanya itu, seorang anggota Polwan juga dilaporkan terluka akibat terkena serpihan kaca saat mobil dilempari batu oleh massa. Korban kini mendapat perawatan medis di RSUD Teluk Kuantan.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengakui sempat terjadi ketegangan di lapangan, namun memastikan kondisi kini telah terkendali.

“Situasi sudah aman dan terkendali. Tadi memang sempat panas, tapi kita memilih langkah yang bijak agar tidak ada korban lebih banyak,” ujar Suhardiman dikutip dari Riau Online, Selasa, 7 Oktober 2025.

Baca Juga  204 Jalur Ramaikan Festival Pacu Jalur Kuansing, Ada Peserta dari Sumbar dan Jambi

Meski sempat mendapat perlawanan, Suhardiman menegaskan pemerintah daerah tidak akan mundur dalam upaya pemberantasan PETI.

“Penambangan ilegal di Sungai Kuantan telah menimbulkan kerusakan lingkungan serius dan mengancam ekosistem perairan. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga soal masa depan anak cucu kita,” tegasnya.

“Sungai Kuantan harus diselamatkan. Kami tetap berkomitmen menertibkan aktivitas tambang ilegal ini bersama Pemprov Riau dan Polda Riau,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto menyatakan pihaknya masih memantau perkembangan situasi dan mengumpulkan data di lapangan.

“Saya cek dulu ya,” singkatnya saat dikonfirmasi.