Pekanbaru

STT Pekanbaru Dorong Pemberdayaan Warga Kasang Kulim Lewat Hidroponik dan E-Commerce

×

STT Pekanbaru Dorong Pemberdayaan Warga Kasang Kulim Lewat Hidroponik dan E-Commerce

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Upaya mewujudkan kemandirian pangan dan ekonomi hijau terus digencarkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru (STTP).

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tim dosen dan mahasiswa STTP melakukan pelatihan hidroponik, pengolahan limbah rumah tangga, serta e-commerce bagi warga Kasang Kulim, Desa Kubang Jaya, Kabupaten Kampar, Riau.

Program ini menyasar kelompok Majelis Taklim Abbasiyah yang beranggotakan sekitar 42 orang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di Perumahan Berkah Family Village, kawasan dengan 400 kepala keluarga yang sebagian besar merupakan warga usia produktif berusia 25–40 tahun, namun masih memiliki keterbatasan ekonomi dan keterampilan.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Fitri Ayu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan keluarga, menciptakan lingkungan yang sejuk dan nyaman, serta mendorong masyarakat menjadi digital entrepreneur,” ujar Fitri Ayu.

Baca Juga  Teka-teki Pelaku Penganiayaan Maut di Depan SPBU Siak 2 Akhirnya Terungkap

Melalui pelatihan tersebut, warga diberikan keterampilan membuat sistem hidroponik vertikal tower yang disesuaikan dengan kondisi lahan perumahan tipe 36 plus, yang umumnya memiliki pekarangan terbatas.

Tanaman yang dikembangkan meliputi pakcoy, kale, takecai, sawi, selada, kangkung, bayam, hingga tomat dan stroberi.

Sementara itu, untuk mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, warga juga diajarkan cara mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik.

Selain mampu mengurangi pencemaran dan ketergantungan terhadap pupuk kimia, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru.

“Pupuk organik hasil olahan limbah rumah tangga bisa digunakan sendiri maupun dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” jelas Benriwati Maharmi, salah satu anggota tim pelatihan.

Selain pelatihan pertanian, tim STTP juga memberikan pelatihan e-commerce guna memperkenalkan cara memasarkan hasil produksi secara digital. Peserta diajarkan membuat toko online sederhana menggunakan smartphone dan koneksi internet, tanpa memerlukan modal besar seperti membuka toko fisik.

“Pemanfaatan e-commerce sangat penting di era digital ini. Dengan pelatihan ini, kami ingin ibu-ibu mampu memasarkan produk mereka secara mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tambah Desi Yasri, S.T., M.T, anggota tim pengabdian.

Baca Juga  Sorotan DPRD Dijawab, Pemprov Riau Pastikan Bantuan Karhutla Tepat Kelola

Sebagai bentuk dukungan, STTP juga menyerahkan 10 set alat hidroponik vertikal tower lengkap dengan bibit, nutrisi, dan perlengkapan lain kepada peserta pelatihan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Majelis Taklim Abbasiyah itu disambut antusias oleh para peserta. Mereka menilai kegiatan ini membuka wawasan baru tentang cara bertani modern dan berwirausaha digital.

Dengan pelatihan ini, warga Kasang Kulim diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekonomi hijau berbasis digital yang berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbudristek dan STT Pekanbaru yang telah memberikan pelatihan hidroponik, pengolahan limbah, serta e-commerce. Bantuan 10 set alat hidroponik ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Kusumawati, Wakil Ketua Majelis Taklim Abbasiyah.