UtamaHukrimPekanbaruRiau

4 Pelaku Perampokan Maut Lansia Pekanbaru Ditangkap di Medan – Aceh

×

4 Pelaku Perampokan Maut Lansia Pekanbaru Ditangkap di Medan – Aceh

Sebarkan artikel ini
4 Pelaku Perampokan Maut Lansia Pekanbaru Ditangkap Hingga Medan Aceh
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.(ist)

INGATLAH.COM – Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan memastikan semua pelaku perampokan maut di Rumbai, Kota Pekanbaru telah ditangkap.

“Alhamdulillah semua sudah ditangkap,” kata Herry Heryawan dikutip dari kumparan, Sabtu (2/5).

Dari informasi yang berhasil ingatlah.com himpun, dua pelaku ditembak di bagian kaki. Mereka ditangkap di Medan, Sumatera Utara.

Sementara itu, dua pelaku lainnya ditangkap di Aceh Tengah. Saat ini para tersangka dibawa ke Mapolda Riau.

Para tersangka itu ditangkap berkat kerjakeras tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru.

Sebelumnya, ingatlah.com memberitakan perampokan maut menewaskan seorang lansia bernama Dimaris Isni Sitio (60).

Tragedi naas itu terjadi di Jalan Kurnia 2, kawasan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau, telah ditangkap.

Hasil penyelidikan awal diketahui salah satu pelaku merupakan menantu korban.

  • Diburu ke Medan

Sebelumnya, ingatlah.com memberitakan perburuan pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang wanita lanjut usia di Kota Pekanbaru ternyata meluas hingga ke luar daerah.

Tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru diketahui melakukan pengejaran sampai ke Kota Medan, Sumatera Utara, demi mengungkap kasus tragis tersebut.

Fakta itu terungkap dari komunikasi langsung Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dengan Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, yang kini memimpin pengembangan penyelidikan di lapangan.

“Siap masih di Medan Jenderal, masih pengembangan bersama tim Satreskrim Polresta Pekanbaru dan tim Polda Riau,” ujar AKP Anggi saat dihubungi Kapolda.

Menanggapi perkembangan tersebut, Kapolda Riau yang akrab disapa Irjen Herimen memberikan pesan moral kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pengejaran pelaku.

Baca Juga  Baru 5 Menit, Gawang Semen Padang FC Sudah Dibobol Peralta

“Sampaikan pesan saya kepada anggota di lapangan, bahwa setiap tetes keringat yang mengalir itu membuat perubahan kepercayaan publik kepada Polresta Pekanbaru, Polda Riau dan Polri. Itu bukan hanya tugas, melainkan kewajiban moral. Saya doakan semoga kasusnya segera terungkap dan jika sudah tertangkap bawa para pelaku dengan baik ke Pekanbaru,” pesan Irjen Herimen dalam video yang diterima redaksi ingatlah.com.

Kasus ini sendiri merupakan perampokan disertai pembunuhan yang menewaskan Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), warga Jalan Kurnia II, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

Dalam perkembangan terbaru, polisi mengungkap bahwa salah satu pihak yang diduga terlibat justru berasal dari lingkaran keluarga korban.

Sosok tersebut adalah menantu korban berinisial AFT (21), istri dari anak pertama korban yang diketahui telah memiliki dua anak.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, didampingi Dirkrimum Kombes Pol Hasyim Risahondua dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta, menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berjalan intensif.

“Salah satu yang diduga terlibat adalah menantu korban. Namun hingga kini kami masih mengumpulkan alat bukti yang cukup sebelum menetapkan tersangka,” ujar Kombes Pandra usai olah TKP di rumah korban, Jumat (1/5/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada 29 April 2026 saat korban berada seorang diri di rumah.

Sejumlah barang berharga dilaporkan hilang, di antaranya cincin pernikahan, uang tunai 400 dolar Singapura, serta satu unit telepon genggam.

Baca Juga  Napi Lapas Pekanbaru Kabur Saat Berobat, Begini Kata Kalapas

Kejadian bermula ketika suami korban, Salmon Meha, sempat mengajak korban keluar rumah sekitar pukul 08.00 WIB untuk mengurus administrasi kendaraan.

Namun korban memilih tetap tinggal di rumah. Sekitar pukul 11.00 WIB, sang suami kembali dan menemukan istrinya sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Laporan kemudian diterima Polsek Rumbai dan langsung ditindaklanjuti Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama Ditreskrimum Polda Riau dengan membentuk tim gabungan khusus.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat saksi. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dipasang keluarga sejak 9 April 2026 menjadi petunjuk penting dalam mengurai rangkaian kejadian.

“Ada beberapa indikasi yang mengarah kepada seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan korban, namun penyelidikan masih terus kami dalami,” jelas Pandra.

Fakta lain yang terungkap, rumah korban sebelumnya juga sempat mengalami percobaan pembobolan pada awal April 2026.

Peristiwa tersebut mendorong keluarga memasang CCTV yang kini menjadi kunci pengungkapan kasus.

Polisi menduga terdapat keterkaitan antara percobaan pembobolan sebelumnya dengan perampokan yang berujung pembunuhan ini.

Dalam proses penyelidikan, tim Inafis dan DVI Polda Riau turut dilibatkan untuk memastikan seluruh bukti forensik terungkap secara maksimal.

Pendampingan trauma healing juga diberikan kepada keluarga korban akibat dampak psikologis dari peristiwa tersebut.

Jenazah Dumaris Deniwati Boru Sitio rencananya dimakamkan pada Sabtu (2/5/2026).

Polisi pun meminta dukungan masyarakat agar pelaku segera tertangkap dan kasus ini dapat diungkap secara tuntas.