Pekanbaru

Siswa Dirundung Hingga Operasi Hidung, Pemerhati Remaja Minta Pihak SMAN 9 Pekanbaru Tunjukan Empati

×

Siswa Dirundung Hingga Operasi Hidung, Pemerhati Remaja Minta Pihak SMAN 9 Pekanbaru Tunjukan Empati

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa SMA Negeri 9 Pekanbaru berinisial FL terus menyita sorotan publik.

FL mengalami patah tulang hidung dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Santa Maria usai dikeroyok beberapa siswa dari sekolah yang sama.

Lidia, seorang pemerhati masalah remaja di Pekanbaru sangat menyayangkan sikap pihak sekolah yang masih dinilai tidak antusias dan acuh terhadap korban FL.

Ia berharap pihak sekolah seharusnya lebih menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi korban sebagai bentuk empati dan dukungan moral.

“Setidaknya pihak sekolah membezuk korban. Kunjungan guru itu ibarat obat kejiwaan yang sangat berharga bagi korban. Apalagi anak sudah diserahkan orang tua ke sekolah,” ujar Lidia.

“Artinya guru sudah menjadi orang tua kedua bagi korban. Kehadiran guru tentu bisa meringankan beban psikologis korban dan keluarganya,” kata Lidia, Kamis (16/09/2025).

Menurutnya, langkah tersebut sangat mudah dilakukan karena jumlah tenaga pendidik di SMA Negeri 9 cukup banyak. Guru Bimbingan Konseling maupun guru lain bisa saja ditugaskan untuk hadir meski sebentar, tanpa mengganggu aktivitas mengajar.

Baca Juga  Usai Air Hitam, Kecelakaan Maut Lagi di Jalan Siak II Pekanbaru

“Ini soal kemanusiaan, bukan sekadar prosedur. Empati sekolah kepada anak yang menjadi korban perundungan akan meningkatkan citra positif sekolah sebagai Sekolah Ramah Anak,” tambahnya.

Lidia menegaskan, jangan sampai sekolah berkilah bahwa kejadian terjadi di luar jam pelajaran sehingga bukan tanggung jawab sekolah.

“Anak itu sedang dalam masa pendidikan. Apalagi sebelumnya juga pernah didorong ke parit saat mengambil wudhu di sekolah. Artinya sekolah tetap harus peduli,” tegasnya.

Jika ada persoalan hukum yang mau ditindaklanjuti oleh orang tua, baru ini bukan menjadi urusan sekolah.

“Karena itu, disarankan kepala sekolah mengutus perwakilan untuk segera membezuk korban, karena perhatian orang tua dari sekolah asalnya diyakini akan mengurangi trauma bagi anak,” demikian Lidia yang juga wartawan senior Antara Riau itu.

Baca Juga  Kapolri dan Menteri Tinjau Langsung Karhutla di Riau, Ini Himbauannya!

Sementara itu, orang tua korban, Lisa, mengaku kecewa dengan sikap pihak sekolah yang hingga kini dinilai belum memberikan perhatian serius. Menurutnya, sekolah hanya sekadar menanyakan kondisi FL melalui WhatsApp tanpa tindakan nyata.

“Sejak kejadian, belum ada perwakilan sekolah yang datang menjenguk anak saya. Padahal anak saya harus menjalani operasi karena hidungnya patah dan mata kirinya lebam parah sampai penglihatannya kabur,” ungkap Lisa, Rabu (17/09/2025).

Lisa menuturkan, peristiwa bermula ketika FL dilempar pena oleh seorang siswa yang tidak dikenal. Tak lama kemudian, ia didorong beberapa pelajar hingga terjatuh dan kemudian ditantang duel di Jalan Diponegoro. Di lokasi itu, FL dikeroyok hingga mengalami luka serius.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga resmi melaporkan kasus dugaan pengeroyokan ini ke Polresta Pekanbaru. namun, pihak SMA Negeri 9 Pekanbaru belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.(*)