INGATLAH.COM – Saat gerhana bulan total, Bulan akan tampak berubah warna menjadi merah gelap hingga jingga.
Fenomena ini dikenal luas sebagai blood moon.
Menurut penjelasan ilmiah, perubahan warna tersebut bukan akibat Bulan berubah wujud, melainkan karena atmosfer Bumi.
Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dibelokkan dan sebagian masuk ke bayangan umbra.
Dalam proses ini, gelombang cahaya panjang (merah) lebih mudah menembus dibanding gelombang pendek (biru/hijau).
Akibatnya, cahaya merahlah yang sampai ke permukaan Bulan dan dipantulkan kembali ke Bumi.
“Efek ini sama seperti warna langit saat matahari terbit atau terbenam, di mana cahaya yang tampak dominan adalah merah dan oranye,” jelas Setyoajie dari BMKG.
Fenomena ini bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memperlihatkan keterkaitan erat antara cahaya, atmosfer Bumi, dan orbit benda langit.





