INGATLAH.COM – Sebagai tim promosi, PSIM Yogyakarta membuktikan diri bukan sekadar penggembira di ajang BRI Super League 2025/26.
Hingga pekan ke-4, Laskar Mataram tampil impresif dengan catatan belum sekalipun tersentuh kekalahan.
Dari empat laga, PSIM sukses mengoleksi delapan poin hasil dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Capaian itu menempatkan mereka di posisi empat besar klasemen sementara, sejajar dengan tim-tim papan atas.
PSIM masuk dalam daftar empat tim yang masih menjaga rekor tak terkalahkan, bersama Persija Jakarta, Borneo FC Samarinda, dan Arema FC.
Selain torehan poin, rapatnya pertahanan PSIM juga jadi sorotan.
Dari empat pertandingan, mereka baru kebobolan dua gol.
Catatan ini menempatkan PSIM sebagai tim dengan pertahanan terbaik kedua, setara dengan Persija Jakarta.
Sementara Borneo FC Samarinda menjadi tim dengan lini belakang paling tangguh sejauh ini, hanya kebobolan satu gol, meski baru melakoni tiga laga.
Salah satu kunci kokohnya pertahanan PSIM ada pada sosok Yusaku Yamadera.
Bek asal Jepang berusia 28 tahun itu tampil konsisten sejak pekan pertama.
Dengan nomor punggung 3, Yamadera mencatat total 26 sapuan (clearances) dari empat laga, terbanyak di antara pemain lain.
Puncak performanya terlihat saat PSIM mengalahkan Malut United FC 2-0 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
Dalam laga tersebut, Yamadera mencatat delapan sapuan, terbanyak di pekan ke-4.
Pelatih Jean-Paul van Gastel selalu mempercayakan Yamadera bermain penuh 90 menit.
Total, ia sudah mengoleksi 360 menit bermain musim ini, menjadi pilar utama di jantung pertahanan.
Yamadera juga mendapat dukungan dari tandemnya, Franco Ramos.
Bek asing tersebut mencatat 16 sapuan, menempatkannya di posisi keempat daftar bek dengan sapuan terbanyak, sejajar dengan Gustavo Franca (Malut United).
Adapun peringkat kedua ditempati Slavko Damjanovic (Bhayangkara Presisi Lampung FC) dengan 19 sapuan, disusul Jose Cleylton (Persis Solo) dengan 17 sapuan.
Kombinasi Yamadera dan Ramos menjadikan PSIM salah satu tim dengan pertahanan paling disiplin di awal musim.
Jika konsistensi ini terjaga, Laskar Mataram berpotensi terus memberi kejutan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.(*)





