INGATLAH – Tim kebanggaan ranah minang Sumatera Barat (Sumbar) kembali lagi telan kekalahan 1-2 di Stadion H. Agus Salim pekan ke-11 BRI Super League 2025/26, Senin (3/11).
Kedua tim jelas bertekad tren buruk mereka, terkhusus Semen Padang FC yang hingga saat ini masih betah di dasar klasemen sementara.
Sementara tim tamu Arema bertandang dari klasemen sementara berada di posisi ke 10.
Pelatih Semen Padang Dejan Antonic menerapkan formasi 4-2-3-1 sementara tim tamu pelatih Arema FC Marcos Santos menerapkan formasi 4-3-3.
Arema gol pertamanya di menit awal pertandingan babak pertama melalui Valdeci di menit 30 menjadi 0-1.
Valdeci menambah laju larinya dan mendorong bola yang melintas dengan kakinya. Bola dan dirinya masuk bersama ke dalam gawang Semen Padang.
Hingga menit babak pertama usai giliran Dalberto yang menambah gol kemenangan Arema menjadi 0-2.
Arkhan lalu mengirim umpan datar sempurna kepada Dalberto yang berdiri bebas tanpa perhatian dari lawan. Tanpa kontrol lagi, Dalberto dengan mudah meyepak bola ke dalam gawang.
Dilanjuti babak kedua, Semen Padang FC yang berjuluk Kabau Sirah ini mengecilkan ketinggalan skor 0-2 dari Arema.
Lewat penalti, di menit 67, Conelius Stewart berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengejar skor yang tinggal menjadi 1-2.
Hasil kalah 1-2 tersebut membuat tim tuan rumah Kabau Sirah masih bertahan di dasar klasemen dengan 4 poin dari 11 pertandingan yang sudah dijalani.
Untuk diketahui, Penasihat tim Semen Padang FC Andre Rosiade sebelumnya melakukan pertemuan dengan suporter Semen Padang FC.
Pada pertemuan itu, Andre berharap dapat menghapus prasangka buruk terhadap dirinya yang dianggap tidak serius mengurus tim usai terpuruk di zona degradasi.
Ia menegaskan, keterlibatannya di Semen Padang FC murni karena kecintaannya terhadap sepak bola Sumatera Barat, bukan karena motif politik.
“Saya bukan pemegang saham, saya juga bukan manajemen. Saya statusnya sama seperti teman-teman suporter. Bedanya, kalian bayar 50 ribu, saya bayar miliaran,” tegas Andre Rosiade.
Andre juga membantah tudingan bahwa dirinya mempolitisasi suporter.
“Saya yakin rakyat Sumbar memilih saya karena kinerja, bukan karena urusan lapangan bola,” ujarnya. (*)





