OlahragaPekanbaru

Gegap Gempita Trofeo Riau Bermarwah, Veteran PSPS Tantang Legenda Negeri Jiran

×

Gegap Gempita Trofeo Riau Bermarwah, Veteran PSPS Tantang Legenda Negeri Jiran

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Perayaan Hari Jadi Provinsi Riau ke-68 semakin meriah dengan hadirnya Trofeo Riau Bermarwah 2025, sebuah laga persahabatan sepak bola yang mempertemukan legenda-legenda lapangan hijau dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Ajang ini menjadi magnet besar bagi pecinta sepak bola di Bumi Lancang Kuning, menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus kebersamaan serumpun Melayu.

Mewakili Gubernur Riau, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, Erisman Yahya, menegaskan bahwa kehadiran para bintang lawas ini bukan sekadar tontonan, melainkan kesempatan emas bagi masyarakat untuk kembali mengingat masa kejayaan sepak bola.

“Nama-nama besar seperti Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga Muhammad Isnaini asal Pekanbaru tentu membawa kerinduan tersendiri bagi pecinta bola tanah air,” ujarnya.

Baca Juga  Resmi! Persiku Kudus Berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul pada Championship 2026/27

Tidak hanya dari Indonesia, sejumlah legenda Singapura seperti Baihakki Khaizan, Fandi Ahmad, Khairul Amri, hingga Abbas Saad juga turut ambil bagian.

Dari negeri jiran Malaysia, hadir dua penyerang andalan masa lalu, Akmal Rizal dan Khalid Jamlus, yang ikut memperkuat atmosfer persahabatan. Menurut Erisman, keterlibatan mereka menegaskan eratnya hubungan sejarah, budaya, dan olahraga antara Riau dan negara-negara serumpun.

“Melalui ajang ini, kebersamaan, keberpaduan, dan persaudaraan antara Malaysia, Singapura, dan Riau kembali dipererat,” katanya.

Trofeo Riau Bermarwah 2025 diikuti oleh tiga tim mantan pemain timnas Singapura, mantan pemain timnas Malaysia, serta Tim Riau Bermarwah yang diperkuat oleh para veteran PSPS Pekanbaru.

Pertandingan ini bukan sekadar adu skill, tetapi juga ajang silaturahmi lintas generasi dan lintas negara, bahkan menjadi reuni hangat bagi para penggemar bola dengan idolanya.

Baca Juga  Kalah dari Barito Putera, Semen Padang Makin Terperosok di Zona Degradasi

Erisman menekankan, semangat yang dibawa dari lapangan hijau adalah cermin nilai kebersamaan yang diusung Pemprov Riau di usia ke-68 tahun.

“Sepak bola mengajarkan bahwa keberhasilan lahir dari kerja sama tim. Begitu pula dengan Riau, kemandirian daerah hanya bisa terwujud jika seluruh masyarakat bersinergi,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap Trofeo ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Riau.

Kehadiran legenda-legenda besar diharapkan memotivasi anak-anak daerah untuk menekuni sepak bola dengan dedikasi dan kerja keras.

“Sepak bola dalam kondisi apapun harus tetap berjalan. Di lapangan hijau, kita semua bersaudara,” pungkasnya.(*)