INGATLAH – Rumah penyimpanan perahu pacu milik tim bocah penari yang akhir-akhir ini viral dimedia sosial kini dalam kondisi kian memprihatinkan.
Rumah penyimpanan ini dibangun 2005 lalu yang berada di Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, ini terbuat dari kayu terlihat mulai rapuh, dan sudah miring sementara atapnya sudah mengalami kebocoran.
Diketahui rumah dibangun dengan swadaya oleh masyarakat setempat dan hingga kini belum pernah mendapat perbaikan karena keterbatasan dana.
Penasehat pengurus Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo, Muhammad Gendi berharap rumah jalur ini bisa dibangun secara permanen demi menjaga warisan budaya daerah tersebut.
“Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah ataupun donatur agar rumah jalur ini bisa diperbaiki secara permanen. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ujar Gendi, Kamis (17/7/2025).
Ia menyebutkan rumah penyimpanan perahu tersebut belum cukup besar karena harus menampung perahu dengan ukuran panjang 35 meter dan lebar 5 meter yang digunakan tim Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo dalam ajang pacu jalur, tradisi budaya tahunan masyarakat Kuansing.
Gendi menambahkan bahwa setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp50 juta untuk merenovasi bangunan tersebut agar layak dan aman digunakan.
“Kami menghitung kebutuhan dana sekitar lima puluh juta rupiah. Dana ini untuk memperkuat struktur bangunan dan mengganti atap yang bocor,” tambahnya.(*)





