INGATLAH- Seorang warga Pasaman yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di Sungai Lubuak Kasai, Jorong Tabiang, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, dalam laporannya, Sabtu (31/5), menyampaikan bahwa operasi pencarian telah dilakukan sejak dini hari.
Informasi awal diterima dari Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman, Destianti, pada pukul 05.14 WIB.
“Korban diketahui bernama Iman, 53 tahun, warga Jorong Tanjung Pangkal, Lingkuang Aua, Pasaman. Iman sebelumnya memancing bersama rekannya, Musrizal (49), pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB,” katanya.
Namun, hingga pukul 21.00 WIB, korban tidak juga kembali ke titik kumpul, sehingga dilakukan pencarian oleh warga setempat, namun tanpa hasil.
Tim rescue Pos SAR Pasaman yang beranggotakan lima personel langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian pada pukul 05.31 WIB.
Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB dan segera berkoordinasi dengan unsur-unsur terkait, termasuk TNI, Polri, BPBD Pasaman, Dinas Kesehatan, serta masyarakat setempat.
Operasi penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian yang berada di koordinat 0°2’19.52″S – 100°12’34.25″T dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet (LCR) serta peralatan Aqua Eye dan drone untuk pencarian dari udara.
Pada pukul 09.15 WIB, korban berhasil ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi awal pencarian, tepatnya di koordinat 0°2’23.37″S – 100°12’33.96″T.
“Tim segera mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Bonjol untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 10.10 WIB dilakukan debriefing, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Operasi SAR pun secara resmi diusulkan untuk ditutup.
Dalam operasi ini, total 49 orang terlibat, terdiri dari 5 personel Pos SAR Pasaman, 2 anggota TNI, 6 anggota Polri, 12 personel BPBD Pasaman, 4 tenaga kesehatan, serta 20 warga setempat.
Berbagai peralatan SAR juga dikerahkan, seperti rescue car double cabin, perlengkapan rafting, peralatan SAR air, medis, komunikasi, Aqua Eye, hingga drone.
“Demikian laporan yang dapat kami sampaikan. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kemudian,” tutup Abdul Malik dalam laporannya. (*)





