INGATLAH.COM – Nurul Akmal, perempuan asal Aceh yang telah lama dikenal sebagai salah satu lifter terbaik Indonesia, kini kembali mengharumkan nama bangsa di ajang Olimpiade Paris 2024.
Setelah tampil di Olimpiade Tokyo 2020, kali ini Nurul bertekad memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Ia akan berkompetisi di nomor 81 kg putri di South Paris Arena 6 pada Minggu, 11 Agustus 2024 siang waktu Paris, atau sekitar pukul 16.30 WIB.
Jika Nurul berhasil meraih emas, ini akan menjadi medali emas ketiga bagi Indonesia di Olimpiade Paris 2024, setelah Veddriq Leonardo di cabang panjat tebing dan Rizki Juniansyah di angkat besi putra.
Lahir pada 12 Februari 1993 di Tanah Utara, Aceh Utara, Nurul telah menapaki karier sebagai lifter sejak usia muda.
Kisahnya yang inspiratif dimulai ketika ia sering membantu ayahnya mengangkat padi saat panen. Siapa sangka, aktivitas sederhana ini menjadi awal karier Nurul sebagai atlet angkat besi, setelah bakatnya ditemukan oleh seorang pencari bakat.
Pembinaan Nurul dimulai di bawah bimbingan pelatih Effendi Eria melalui program Dispora Aceh. Sejak itu, Nurul menunjukkan perkembangan pesat dan menjadi salah satu lifter unggulan Indonesia.
Prestasi gemilangnya termasuk meraih medali emas di PON Papua 2021 pada kelas +87 kilogram, di mana ia mencatat rekor baru dengan total angkatan 258 kilogram, terdiri dari 116 kilogram di snatch dan 142 kilogram di clean & jerk.
Kehadiran Nurul di Olimpiade Paris 2024 membawa harapan besar bagi Indonesia. Ini adalah kali kedua bagi Nurul, yang akrab disapa Amel, untuk berlaga di ajang Olimpiade, setelah sebelumnya berkompetisi di Tokyo.
Pengalaman di Tokyo menjadi modal berharga bagi Nurul untuk kembali bertarung dengan penuh semangat di Paris.
Dengan semangat pantang menyerah dan tekad yang kuat, Nurul Akmal siap mengharumkan nama Indonesia di Paris.
Dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia tentu menjadi motivasi tambahan bagi Amel untuk memberikan yang terbaik di ajang bergengsi ini.
Semoga Nurul dapat kembali mencetak prestasi gemilang dan mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi Olimpiade. (*)





