INGATLAH.COM – Sebuah video viral yang memperlihatkan seorang bapak kost, Nur (63), dari Gunungpati, Kota Semarang, mengonsumsi kucing, membuat heboh media sosial.
Nur, yang dikenal dengan kebiasaannya yang tidak biasa, telah mengonsumsi sepuluh ekor kucing sejak tahun 2010 untuk mengobati diabetes yang dideritanya.
Nur ditangkap oleh petugas Polrestabes Semarang setelah kisahnya tersebar luas di media sosial.
Ia memiliki usaha kos-kosan di RT 01, RW 01, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, dan selama ini dikenal sebagai orang yang suka mengonsumsi daging kucing.
Menurut pemilik warung makan di dekat lokasi kejadian, Sutiyatun, Nur pernah kepergok menyembelih kucing pada tahun 2010.
“Ada anak kos yang cerita pernah melihat dia menyembelih kucing. Itu sudah lama sekali,” ujar Sutiyatun.
Sutiyatun juga mengungkapkan bahwa meski tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Nur, dia tahu bahwa Nur sering membuat keributan di sekitar.
Di rumah Nur, tempat memasak daging kucing terletak di bagian belakang rumah, dekat dengan aliran pembuangan air.
Tumpukan tulang-tulang bekas penyembelihan kucing dibuang di aliran sungai, yang kini menjadi barang bukti dalam kasus ini.
Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo, mengatakan kasus ini sudah diserahkan ke Polrestabes Semarang. Menurut keterangan awal, Nur mengaku memakan daging kucing untuk menurunkan kadar gula darahnya.
Ia merasa kondisinya membaik setelah mengonsumsi kucing.
“Dia mengaku makan daging kucing untuk menurunkan kadar gula darahnya yang tinggi. Katanya, dia merasa lebih baik setelah makan kucing,” ungkap Agung.
Kisah ini terungkap ketika salah satu anak kos mencium bau bangkai yang menyengat dari rumah Nur. Saat diperiksa, ditemukan bulu-bulu kucing.
Nur mengaku terpaksa makan daging kucing karena diabetesnya parah dan tidak ada pengobatan lain yang efektif.
“Saya tahu ini mengganggu hati nurani, tapi saya terpaksa melakukannya,” ujar Nur kepada anak kos yang memposting video tersebut di TikTok dengan akun @TgSt. (*)





