INGATLAH — Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Syamsul Bahri (40), warga Pilubang Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban dilaporkan hilang sejak 5 Mei 2025 saat pergi ke kebun untuk memanen sawit.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa operasi pencarian korban dimulai pada 6 Mei 2025, setelah menerima laporan dari Anwar, warga setempat.
Menurut keterangan saksi, Syamsul biasanya menggunakan jalur sungai untuk mengangkut hasil panennya.
“Kami menerima informasi dari Anwar pada pukul 21.22 WIB. Tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian di koordinat 0°10’17.74″S – 99°58’58.29″E. Sungai tersebut diketahui merupakan habitat buaya, sehingga pencarian dilakukan dengan ekstra hati-hati,” kata Abdul Malik.
Barang-barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian meliputi sepeda motor, dodos/egrek, dua tandan sawit, dan tas milik korban.
Setelah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet (LCR) dan perangkat aqua eye, korban akhirnya ditemukan pada 7 Mei 2025 pukul 11.00 WIB di koordinat 0°10’22.60″S – 99°58’6.90″T, sekitar 4 kilometer dari lokasi awal pencarian.
Setelah korban berhasil dievakuasi ke Puskesmas Bawan, operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 12.30 WIB. Abdul Malik mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh personel dari Pos SAR Pasaman, Pol Airud Agam, BPBD Agam, PMI Agam, Polsek 4 Nagari, Damkar Pol PP, perangkat kecamatan, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam pencarian korban,” ujarnya.
Berikut rincian unsur SAR yang terlibat dalam operasi:
- Pos SAR Pasaman: 5 orang
- Pol Airud Agam: 6 orang
- BPBD Agam: 11 orang
- PMI Agam: 6 orang
- Polsek 4 Nagari: 6 orang
- Damkar Pol PP: 5 orang
- Perangkat Kecamatan: 10 orang
- Masyarakat: 50 orang
Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, perahu karet (LCR), perangkat SAR air, perangkat medis, perangkat komunikasi, drone thermal, serta aqua eye untuk mendeteksi objek di dalam air.
Peringatan bagi Warga di Sekitar Sungai
Pihak SAR Padang mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama yang diketahui sebagai habitat buaya.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Selalu waspada dan hindari beraktivitas di sungai saat kondisi arus deras,” pungkas Abdul Malik. (*)





