Berita

Islamic Centre Padang Panjang Hidupkan Syiar Lewat Kelas Tahsin Perdana

×

Islamic Centre Padang Panjang Hidupkan Syiar Lewat Kelas Tahsin Perdana

Sebarkan artikel ini

INGATLAH — Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako akan memulai pelaksanaan program Kelas Tahsin perdana pada Sabtu, 3 Mei 2025 mendatang.

Kegiatan ini digelar di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre sebagai bagian dari realisasi Program Unggulan (Progul) Wali Kota Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra.

Program ini bertujuan memperkuat fungsi Islamic Centre sebagai pusat syiar Islam yang terbuka dan aktif bagi masyarakat.

Selain Kelas Tahsin, kegiatan keagamaan lain seperti dakwah, majelis ilmu, dan kelas tahfiz juga dirancang untuk meramaikan Islamic Centre.

Baca Juga  Kota Padang Panjang Fokus Pariwisata Berbasis Masyarakat, Satu Kelurahan dan Destinasi Unggulan

“Pemko ingin menjadikan Islamic Centre sebagai pusat kegiatan Islami yang menyentuh langsung masyarakat. Melalui Kelas Tahsin, kami ingin membantu warga meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an,” ujar Kepala Bagian Kesra Setdako, Erwina Agreni, Rabu (30/4/2025).

Kelas Tahsin akan terbuka untuk umum, baik pria maupun wanita, dan digelar setiap pekan. Untuk tahap awal, tenaga pengajar berasal dari lingkungan Badan Pengelola Islamic Centre (BPIC), termasuk para imam dan khatib. Ke depan, para ustaz dari TPQ, MDTA, dan pengajar profesional lainnya juga akan dilibatkan.

Baca Juga  Siswa SMKN 2 Padang Panjang Tewas usai Motor Terpeleset di Jalan Berlubang

Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Sejumlah ibu-ibu yang rutin mengikuti wirid mingguan di Islamic Centre bahkan telah menyatakan kesiapan mereka untuk bergabung dalam kelas.

“Ini menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam memperdalam ilmu agama, terutama dalam hal literasi Qur’ani,” ungkap Erwina.

Jika minat terus bertambah, Pemko siap menambah jadwal kelas di hari lainnya.

“Kami harap langkah ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat identitas Padang Panjang sebagai kota religius,” tutupnya.