INGATLAH – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menginstruksikan para kepala daerah dari partainya untuk menunda keikutsertaan dalam retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, yang dijadwalkan berlangsung pada 21-29 Februari 2025.
Instruksi ini dikeluarkan tak lama setelah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (20/2/2025).
Keputusan tersebut pun langsung mendapat respons dari jajaran PDIP di daerah, termasuk di Riau.
Ketua DPD PDIP Riau, Zukri Misran, menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan Megawati tanpa pengecualian.
“Kita tegak lurus perintah ketua umum,” ujar Zukri saat dihubungi media, Jumat (21/2/2025).
Saat ditanya mengenai kemungkinan masih adanya kepala daerah PDIP di Riau yang tetap berencana mengikuti retret, Zukri menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan.
“Lagi dicek sekarang,” tambahnya singkat.
Zukri sendiri saat ini menjabat sebagai Bupati Pelalawan bersama Wakilnya, Husni Thamrin, setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pasca pelantikan, seluruh kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada Serentak 2024 memang dijadwalkan mengikuti pembekalan di Akmil Magelang.
Di Riau, PDIP mencatat kemenangan di enam daerah dalam Pilkada Serentak 2024, termasuk Pilgub Riau yang mengusung pasangan Abdul Wahid-SF Hariyanto.
Abdul Wahid merupakan kader PKB, sementara SF Hariyanto berasal dari PDIP.
Selain Pelalawan, PDIP juga menang di Pilkada Bengkalis, Rokan Hulu, Kampar, dan Indragiri Hulu. Namun, tidak semua kepala daerah yang terpilih berasal dari kader murni PDIP.
Di antaranya, Bupati Bengkalis Kasmarni dan Wakil Bupati Rokan Hulu Syafaruddin Poti merupakan kader PDIP, sementara lainnya adalah pasangan calon yang diusung partai.
Dengan adanya instruksi dari Megawati, sikap para kepala daerah PDIP di Riau kini menjadi perhatian.
DPD PDIP Riau memastikan bahwa setiap keputusan partai akan dipatuhi secara penuh.(*)





