INGATLAH.COM – Fairuz A Rafiq mengabarkan bahwa suaminya, Sonny Septian, mengalami penyempitan pembuluh darah.
Awalnya, Fairuz menduga Sonny keracunan makanan, tetapi ternyata Sonny merasakan sakit kepala yang tak kunjung hilang.
Kondisi ini membuat Sonny harus dirawat di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan MRI.
Selama dirawat, tim medis menyarankan Sonny untuk melakukan MRI guna mendapatkan diagnosis yang lebih mendetail.
Dari hasil MRI, diketahui bahwa Sonny mengalami penyempitan pembuluh darah.
“Sonny awalnya mengalami gangguan pencernaan, tapi kepalanya juga terus menerus pusing dan sakitnya lumayan parah,” kata Fairuz di RS Abdi Waluyo.
“Dokter menyarankan untuk MRI. Setelah beberapa kali MRI, akhirnya diketahui ada penyempitan pembuluh darah di kepalanya,” lanjutnya.
Penyakit yang dialami Sonny memerlukan perawatan intensif dan menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat tentang penyempitan pembuluh darah.
Jadi, apa sebenarnya penyempitan pembuluh darah itu? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Penyempitan Pembuluh Darah?
Menurut yankes.kemkes.go.id, penyempitan pembuluh darah atau arteriosklerosis merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner, stroke, dan memperburuk penyakit kronis lainnya seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi.
Penyempitan terjadi karena adanya plak yang menyumbat arteri. Plak tersebut bisa berasal dari lemak, kalsium, kolesterol, atau zat lain dalam darah.
Penumpukan plak ini seiring waktu dapat menyebabkan penyumbatan sebagian atau keseluruhan aliran darah pada arteri besar dan sedang di ginjal, kaki, dan jantung.
Aterosklerosis adalah kondisi umum yang sering dikaitkan dengan masalah kesehatan akibat penuaan.
Penyebab Penyempitan Pembuluh Darah
Berdasarkan informasi dari Siloam Hospitals, penyebab pasti penyempitan pembuluh darah belum diketahui. Namun, beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini antara lain:
- Kolesterol tinggi dan penumpukan lemak
- Penuaan
- Kebiasaan merokok
- Obesitas
- Resistensi insulin
- Diabetes
- Peradangan akibat masalah kesehatan seperti radang sendi, lupus, atau infeksi
Faktor Risiko Penyempitan Pembuluh Darah
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami aterosklerosis meliputi:
- Stres
- Diabetes
- Obesitas
- Kurang olahraga
- Pola makan tidak sehat
- Kadar CRP tinggi
- Kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Riwayat keluarga dengan aterosklerosis
Gejala Penyempitan Pembuluh Darah
Gejala penyempitan pembuluh darah muncul secara bertahap dan sering kali tidak terdeteksi jika masih dalam kategori ringan. Beberapa gejala yang bisa diketahui antara lain:
- Nyeri atau tekanan di dada (angina)
- Mati rasa pada lengan atau kaki, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga otot wajah mengendur
- Nyeri kaki saat berjalan dan tekanan darah rendah pada lengan atau kaki terkait
- Tekanan darah tinggi hingga gagal ginjal
Cara Mencegah Penyempitan Pembuluh Darah
Beberapa cara untuk mencegah penyempitan pembuluh darah antara lain:
- Rutin berolahraga
- Berhenti merokok
- Menjaga berat badan ideal
- Menghindari makanan berlemak
- Belajar mengendalikan stres. (*)





