INGATLAH – Timnas Indonesia U-20 harus mengakui keunggulan Iran U-20 setelah kalah 0-3 dalam laga pembuka Grup C Piala Asia U-20 2025, Jumat (14/2).
Kekalahan ini menjadi pukulan awal bagi skuat Garuda Muda, namun peluang untuk melaju ke babak berikutnya masih terbuka.
Selanjutnya, pasukan Indra Sjafri akan menghadapi Uzbekistan U-20 di Stadion Pusat Pelatihan Sepakbola Pemuda Shenzhen, China, Minggu (16/2).
Laga ini menjadi kunci bagi Indonesia untuk tetap menjaga asa lolos ke fase selanjutnya.
Pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, menilai bahwa tim Garuda Muda tampil kurang maksimal di babak pertama saat menghadapi Iran.
Ia menyebut ada faktor gugup yang membuat permainan anak asuh Indra Sjafri tidak berjalan sesuai harapan.
“Di babak pertama, Timnas Indonesia U-20 tampak gugup dan banyak melakukan kesalahan. Setelah turun minum, mereka mulai berkembang, tetapi waktunya tidak cukup untuk mengejar ketinggalan. Mental pemain sudah terlanjur drop,” ujar Raja Isa.
Meski demikian, ia menilai Indra Sjafri sudah melakukan perbaikan di babak kedua dengan melakukan pergantian pemain untuk mengubah strategi.
Sayangnya, pemain pengganti tidak mampu mengangkat semangat rekan-rekannya yang sudah kehilangan kepercayaan diri.
Peluang Lolos Masih Terbuka, Ini Skenarionya
Kendati kalah di laga perdana, Raja Isa menegaskan bahwa peluang Indonesia untuk melaju ke babak selanjutnya masih ada, meskipun harus bergantung pada hasil pertandingan lain.
“Jika Timnas Indonesia U-20 bisa menahan imbang Uzbekistan U-20, mereka harus bekerja keras menang besar melawan Yaman U-20 di laga terakhir,” tuturnya.
Uzbekistan sendiri hanya menang tipis 1-0 atas Yaman, sehingga skenario masih memungkinkan bagi Indonesia. Selain itu, Garuda Muda juga berharap Iran bisa mengalahkan Uzbekistan di laga terakhir fase grup.
Dengan kondisi ini, laga melawan Uzbekistan pada Minggu (16/2) akan menjadi ujian berat bagi Timnas U-20. Jika bisa meraih hasil positif, harapan untuk lolos ke babak selanjutnya tetap terjaga. (*)





