Berita

BKSDA Sumbar, Harimau Serang Ternak Warga di Nagari Pagadih

×

BKSDA Sumbar, Harimau Serang Ternak Warga di Nagari Pagadih

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mengonfirmasi bahwa serangan terhadap ternak milik warga di Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dilakukan oleh harimau.

Kepastian ini diperoleh setelah tim melakukan verifikasi lapangan.

“Kami telah melakukan pengecekan ke lokasi atas laporan tersebut, dan benar bahwa satwa yang menyerang ternak adalah harimau,” ungkap Kepala Resor KSDA Maninjau, Ade Putra, Sabtu (25/1/2025).

Setelah memastikan keberadaan harimau, BKSDA Sumbar langsung mengambil langkah sesuai prosedur standar operasional (SOP).

Upaya yang dilakukan meliputi pemasangan kamera trap untuk memantau pergerakan harimau, patroli di waktu tertentu, dan pemantauan menggunakan drone thermal untuk memberikan rasa aman kepada warga.

Ade juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi mitigasi konflik satwa liar untuk meminimalkan interaksi negatif antara manusia dan harimau.

Baca Juga  Menang Dramatis 3-2 atas Malut United, Persija Tegaskan Mental Juara

“Hasil identifikasi sementara menunjukkan bahwa harimau yang terlibat adalah satu individu. Namun, kami terus memverifikasi informasi, termasuk laporan warga yang menyebutkan adanya tiga ekor harimau,” tambahnya.

Menurut Ade, harimau yang menyerang ternak di Nagari Pagadih kemungkinan adalah individu yang sama dengan harimau yang sebelumnya terlihat di kawasan Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Namun, jejak yang ditemukan di Nagari Pagadih lebih kecil dibandingkan jejak yang ditemukan di Gunung Omeh, Lima Puluh Kota.

Walinagari Pagadih, Aliwar, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa serangan terjadi pada pagi hari saat pemilik ternak hendak mengeluarkan hewan dari kandang.

Baca Juga  Kisah Eko Prastio, Pekerja yang Tewas Saat Cari Sinyal di Tengah Habitat Harimau

“Pemilik ternak melihat beberapa harimau besar mendekati hewan ternaknya. Setelah berteriak, warga datang dan harimau itu melarikan diri,” ujar Aliwar.

Berdasarkan keterangan pemilik ternak, ia melihat sekitar tiga ekor harimau berukuran besar di lokasi kejadian.

Warga telah diminta untuk tetap waspada dan menghindari kontak langsung dengan satwa liar.

BKSDA Sumbar telah mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan melaporkan setiap kejadian atau penampakan satwa liar.

Saat ini, tim BKSDA masih berada di lokasi untuk memastikan situasi terkendali dan memantau pergerakan harimau tersebut.

“Kami mengajak warga untuk menghindari tindakan yang dapat memicu konflik dengan harimau demi menjaga keselamatan bersama,” pungkas Ade. (*)