Gaya Hidup

Holat, Hidangan Khas Padang Bolak yang Kaya Rasa dan Sejarah

×

Holat, Hidangan Khas Padang Bolak yang Kaya Rasa dan Sejarah

Sebarkan artikel ini
Holat khas Sumatera Utara [Foto:cookpad/@BerandaAqlan]
Holat khas Sumatera Utara [Foto:cookpad/@BerandaAqlan]

INGATLAH.COM – Holat adalah salah satu hidangan tradisional khas Indonesia yang berasal dari Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Meski berasal dari daerah tersebut, penyebaran makanan ini cukup luas hingga Kota Padang Sidempuan, Rantauprapat, Kotapinang, Aek Kanopan, dan Kota Medan.

Holat terkenal karena cita rasanya yang unik dan manfaatnya bagi kesehatan, terutama di kalangan masyarakat suku Mandailing.

Namun, di luar daerah asalnya, nama Holat mungkin masih terdengar asing.

Konon, Holat dulunya merupakan makanan khusus bagi para raja di Tapanuli Selatan.

Sekilas, hidangan ini terlihat seperti ikan bakar berkuah, tetapi memiliki rasa gurih yang khas berkat penggunaan bahan-bahan tradisional.

Salah satu bahan utama Holat adalah kulit kayu tanaman balakka (Phyllanthus emblica L), yang hanya dapat ditemukan di hutan kawasan Tapanuli Selatan.

Ikan jurung, ikan endemis dengan rasa manis yang khas, juga menjadi elemen penting dari hidangan ini.

Baca Juga  Oleh-Oleh Khas Palembang yang Wajib Dibawa Pulang

Asal Usul Nama Holat

Nama “Holat” diambil dari kata yang berarti “kelat“, merujuk pada rasa khas dari bumbu utama kuahnya.

Kuah ini terbuat dari serutan batang balakka yang diproses untuk menghasilkan kaldu yang khas.

Campuran ini juga dilengkapi dengan potongan pakkat, atau tunas rotan muda, yang menambah cita rasa kelat dan pahit.

Proses Pembuatan Holat

Pembuatan Holat memerlukan beberapa langkah khusus:

  1. Pembuatan Kaldu: Kulit kayu bagian dalam tanaman balakka diserut tipis dan direndam dalam air hangat sebelum diperas untuk menghasilkan kaldu.Proses ini dilakukan beberapa kali hingga didapatkan rasa yang sempurna.
  2. Pengolahan Kuah: Kaldu panas dicampur dengan jahe, bawang, garam, dan serutan sisa balakka, yang mengubah warnanya menjadi putih seperti santan matang.
  3. Penyajian: Kuah ini kemudian disiramkan ke ikan panggang setengah matang, biasanya ikan mas atau ikan jurung. Hidangan dilengkapi dengan potongan pakkat, taburan tepung beras sangrai, perasan jeruk nipis, gilingan cabai mentah, dan irisan petai atau jengkol mentah.
Baca Juga  INFO LOKER 2024, Operator Produksi PT Pertamina Padang, Gaji hingga Rp10 Juta/Bulan

Sebagai pelengkap, kecap khas Sumatera Utara sering digunakan, dan taburan bawang goreng menambah aroma harum pada hidangan ini.

Selain kelezatannya, Holat dipercaya memiliki manfaat kesehatan karena kandungan tanaman balakka, meskipun klaim ini belum didukung penelitian ilmiah.
Tanaman balakka sendiri dikenal juga sebagai kemloko atau indian gooseberry dan diyakini mengandung antioksidan.

Hidangan ini juga telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2017.

Salah satu maestro kuliner Holat adalah G. Siregar Baumi, yang bergelar Ch. Sutan Tinggibarani Perkasa Alam Maryam Harahap, sosok yang berperan penting dalam melestarikan hidangan tradisional ini.

Meskipun terbilang langka, Holat tetap menjadi bagian penting dari warisan kuliner Sumatera Utara yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Bagi anda yang penasaran, mencicipi Holat bisa menjadi pengalaman unik untuk mengenal lebih dalam kekayaan rasa nusantara. (*)