BeritaUtama

Perampokan Bersenjata Api di Dharmasraya, Warga Alami Luka Tembak

×

Perampokan Bersenjata Api di Dharmasraya, Warga Alami Luka Tembak

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Aksi perampokan bersenjata api mengguncang masyarakat Jorong Sungai Betung, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Kamis malam (16/1/2025).

Enam pelaku bersenjata api menyerang Toko Sumber Barokah, sebuah toko barang harian yang juga menyediakan layanan perbankan BRIlink, sekitar pukul 20.00 WIB.

Para pelaku menggunakan empat sepeda motor dan mengenakan sebo penutup wajah.

Mereka menerobos masuk toko, dengan empat orang langsung masuk dan dua lainnya berjaga di luar.

Dengan mengancam menggunakan senjata api, pelaku memaksa para korban untuk menyerahkan uang dan barang berharga.

Baca Juga  Police Goes To School Ditlantas Polda Riau, Tanamkan Budaya Tertib dan Cinta Lingkungan Lewat 

Salah satu korban, Faizal (55), yang sedang berbelanja di toko tersebut, mencoba melarikan diri ke kamar untuk bersembunyi.

Namun, salah satu pelaku mengejarnya, mendobrak pintu kamar, dan menembak tangan kanannya.

Akibatnya, Faizal mengalami luka tembak di telapak tangan kanan.

“Saya melihat semua pelaku membawa senjata api,” ungkap Faizal.

Kerugian Materiil Puluhan Juta Rupiah
Pemilik toko, H. Abdul Rohim (49), kehilangan uang tunai dan barang berharga yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu, Eza Arahman (31), seorang sopir barang, juga mengalami kerugian serupa. Riani (43), istri H. Abdul Rohim, turut menjadi korban perampokan ini.

Baca Juga  Bukti Dengarkan Aspirasi Wilayah Terpencil, Mahyeldi Sapa Masyarakat Ujung Dharmasraya

Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, IPTU Evi Hendri Susanto, membenarkan kejadian tersebut.

“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (OTKP) dan memasang garis polisi. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif dan menangkap para pelaku,” ujar IPTU Evi Hendri.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian, mengingat keberanian pelaku menggunakan senjata api.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. (*)