Gaya Hidup

Rumah Singgah Sultan Jejak Sejarah di Pekanbaru

×

Rumah Singgah Sultan Jejak Sejarah di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Rumah Singgah Tuan Kadi [Foto:gmaps]
Rumah Singgah Tuan Kadi [Foto:gmaps]

INGATLAH.COM- Kampung Bandar Senapelan merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Pekanbaru yang menyimpan jejak kejayaan masa lalu Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Di kawasan ini, terdapat sejumlah situs cagar budaya yang erat kaitannya dengan perkembangan Kota Pekanbaru dan Kerajaan Siak, salah satunya adalah Rumah Singgah Sultan dan Rumah Tuan Kadhi Kerajaan Siak H. Zakaria.

Sejarah Rumah Tuan Kadhi

Rumah Tuan Kadhi H. Zakaria memiliki peranan penting dalam sejarah Kerajaan Siak.

Pada tahun 1775, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Siak dari Mempura ke Senapelan, dengan pertimbangan strategis ekonomi dan politik.

Rumah ini digunakan sebagai tempat singgah Sultan Siak ketika berkunjung ke Senapelan.

Bangunan rumah terletak sekitar 20 meter dari Sungai Siak, tepatnya di bawah Jembatan Siak 3 saat ini.

Dibangun pada tahun 1895, rumah ini berbentuk panggung dan mengusung arsitektur tradisional Melayu.

Baca Juga  Mengenal Pasar Bawah Pekanbaru Surganya Oleh-Oleh Khas Riau

Tangga bata di sisi timur rumah ditambahkan pada tahun 1928, dengan ornamen geometris yang melambangkan budaya lokal.

Keunikan Arsitektur Rumah Melayu

Denah rumah berbentuk persegi panjang, terdiri dari tiga bagian utama yaitu kaki, tubuh, dan atap. Bagian kaki rumah berdiri di atas 22 tonggak beton, 18 di antaranya memiliki motif ukiran khas Melayu.

Tangga bata berplester yang terletak di bagian kaki dihiasi dengan ornamen kelopak bunga dan bintang berujung empat, memberikan sentuhan estetika yang khas.

Bagian tubuh rumah terdiri dari dinding kayu Meranti, pintu, jendela, serta ventilasi udara.

Papan kayu yang digunakan sebagai dinding hanya dilapisi satu sisi, sehingga kerangka kayu bagian dalam terlihat.

Hal ini menunjukkan kerapian dan keindahan pengerjaan arsitektur tradisional Melayu.

Peran Rumah Tuan Kadhi Sebagai Cagar Budaya

Sebagai salah satu rumah adat Melayu yang tersisa di Pekanbaru, Rumah Tuan Kadhi menjadi simbol sejarah dan budaya masyarakat Riau.

Baca Juga  Goa Gong Pacitan, Pesona Alam Bawah Tanah yang Mengagumkan

Keaslian bangunan ini tetap dijaga melalui proses pemugaran dengan prinsip mempertahankan bentuk dan bahan asli.

Jika tidak ada data yang mendukung rekonstruksi ke bentuk awal, kondisi eksisting dijadikan acuan.

Warisan Sejarah Kampung Bandar Senapelan

Kampung Bandar Senapelan bukan hanya kawasan permukiman, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah Kota Pekanbaru dan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Keberadaan situs-situs cagar budaya seperti Rumah Tuan Kadhi menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan sejarah untuk generasi mendatang.

Dengan keberadaan rumah adat dan situs bersejarah lainnya, Kampung Bandar Senapelan diharapkan dapat menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik sekaligus menjadi media edukasi tentang budaya dan sejarah Riau.

Pemerintah dan masyarakat setempat terus berupaya melestarikan kawasan ini agar tetap menjadi ikon sejarah dan budaya Kota Pekanbaru. (*)