INGATLAH.COM – PSIS Semarang harus menelan pil pahit di laga pertama putaran kedua BRI Liga 1 2024/25 setelah takluk 1-2 dari Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Minggu (12/1).
Kekalahan ini sekaligus membuat skuat Mahesa Jenar gagal membalaskan dendam mereka atas Pendekar Cisadane yang sebelumnya menang tipis 1-0 pada putaran pertama.
PSIS Semarang sudah tertinggal sejak menit ke-3 melalui gol cepat Marios Ogkmpoe.
Namun, harapan sempat muncul ketika Septian David Maulana mencetak gol balasan lewat aksi individunya di menit ke-11, mengubah skor menjadi 1-1.
Sayangnya, Eber Bessa kembali membawa Persita unggul di menit ke-51 melalui golnya yang memanfaatkan kelengahan pertahanan PSIS.
Upaya PSIS untuk bangkit semakin berat setelah striker mereka, Evandro Brandao, diganjar kartu merah pada menit ke-58.
Bermain dengan sepuluh pemain, PSIS kesulitan mengejar ketertinggalan hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih PSIS, Gilbert Agius, mengakui bahwa gol cepat di awal babak pertama dan kedua menjadi penyebab kekalahan timnya.
“Kami memulai kedua babak dalam kondisi tertinggal di menit-menit awal, dan itu sangat memengaruhi permainan kami. Meski sempat menyamakan kedudukan di babak pertama, hal itu tidak cukup untuk mengamankan hasil positif,” ujar pelatih asal Malta tersebut.
Agius tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya atas kerja keras mereka di lapangan, meskipun hasil akhirnya tidak berpihak kepada PSIS.
“Saya puas dengan usaha yang ditunjukkan para pemain. Mereka bekerja keras sepanjang laga, tetapi sayangnya kami harus kalah. Selamat untuk Persita yang berhasil meraih tiga poin,” tambahnya.
Kekalahan ini tak menyurutkan optimisme Gilbert Agius terhadap perjalanan timnya di musim ini.
Ia menegaskan bahwa PSIS akan memaksimalkan 16 laga tersisa untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.
“Kami akan mengandalkan komposisi pemain yang ada saat ini untuk terus bersaing hingga akhir musim. Fokus kami adalah bangkit dan meraih kemenangan demi meningkatkan kepercayaan diri tim,” tutup Agius dengan penuh semangat.
Meski memulai putaran kedua dengan hasil kurang memuaskan, PSIS Semarang tetap bertekad untuk terus berjuang demi kembali ke jalur kemenangan. Laga berikutnya menjadi ujian penting bagi Mahesa Jenar untuk membuktikan daya juangnya.





