INGATLAH.COM – Rokan Hulu, Riau, kembali memukau dengan salah satu hidangan khasnya yang unik dan autentik, yaitu Anyang Pangkek Pakis.
Makanan tradisional ini menggunakan bahan utama yang tidak biasa, yakni umbut rotan muda (pangkek) dan daun pakis, yang diolah dengan cara khusus untuk menciptakan cita rasa lezat yang khas.
Keunikan Anyang Pangkek Pakis
Jika umumnya rotan dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan, masyarakat Rokan Hulu memiliki cara berbeda untuk memanfaatkannya.
Umbut rotan muda diolah menjadi hidangan yang menggugah selera setelah melalui proses perebusan dengan air kelapa.
Proses ini bertujuan untuk menghilangkan rasa pahit pada rotan dan menghasilkan tekstur lembut yang sempurna.
Yang membedakan Anyang Pangkek Pakis dari hidangan sejenis seperti urap adalah penggunaan santan sebagai bahan pelengkap utama, bukan kelapa parut.
Selain itu, hidangan ini tidak menggunakan kencur, menjadikannya lebih ringan dengan cita rasa yang khas.
Proses Pembuatan yang Tradisional
Membuat Anyang Pangkek Pakis membutuhkan bahan-bahan lokal seperti pangkek, daun pakis muda, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan terasi.
Proses pembuatannya melibatkan perebusan rotan muda dan daun pakis hingga lembut, lalu mencampurnya dengan bumbu khas yang terbuat dari santan, kelapa sangrai, beras gongseng, dan rempah-rempah lainnya.
Salah satu langkah penting dalam pembuatan hidangan ini adalah menggongseng kelapa parut dan beras hingga kecokelatan.
Setelah itu, bahan-bahan tersebut digiling bersama rempah hingga mengeluarkan minyak alami, menciptakan aroma harum dan rasa kaya.
Kuliner Warisan Budaya
Anyang Pangkek Pakis tidak hanya lezat tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Rokan Hulu.
Hidangan ini sering disajikan dalam acara adat dan perayaan tradisional, memperkuat ikatan budaya dan kebersamaan masyarakat setempat.
Jika anda berkunjung ke Rokan Hulu, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Anyang Pangkek Pakis.
Hidangan ini adalah contoh sempurna dari kreativitas kuliner Nusantara, mengubah bahan-bahan sederhana menjadi sajian yang menggugah selera dan sarat makna budaya. (*)





