Berita

Makan Bergizi Gratis di Pariaman, Siswa Usulkan Menu Lebih Variatif

×

Makan Bergizi Gratis di Pariaman, Siswa Usulkan Menu Lebih Variatif

Sebarkan artikel ini
Makan Gratis Bergizi di SD 17 Kampung Baru, Kota Pariaman. (Foto: Istimewa)
Makan Gratis Bergizi di SD 17 Kampung Baru, Kota Pariaman. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Para siswa Sekolah Dasar (SD) 17 Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, memulai hari mereka dengan menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (6/1/2025).

Program ini menyediakan makanan bergizi yang disajikan dalam kotak plastik, terdiri dari nasi, ayam goreng, telur bulat, sayuran buncis dan wortel, serta pisang sebagai pencuci mulut. Paket makanan mulai dibagikan sekitar pukul 10.00 WIB.

Antusiasme siswa terhadap program ini cukup tinggi. Tristan, salah seorang siswa SD 17 Kampung Baru, mengungkapkan rasa senangnya menerima paket MBG.

Baca Juga  Prabowo Ungkap Alasan Tak Lindungi Dadan dalam Kasus Korupsi BGN

Namun, ia memberikan masukan agar menu dilengkapi dengan susu sebagai tambahan protein.

“Kalau ada susu, pasti lebih lengkap dan enak,” ujarnya.

Sementara itu, siswa lainnya, Deska dari SD 21 Jalan Kereta Api, mengusulkan penambahan sambal atau cabai untuk menambah cita rasa makanan. Ia juga menyarankan agar protein dalam menu MBG lebih bervariasi.

“Proteinnya bisa diganti-ganti, misalnya lele, ikan, tahu, atau tempe,” tambahnya. Pendapat ini juga didukung oleh teman-temannya.

Program MBG ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SD, tetapi juga mencakup berbagai jenjang pendidikan lainnya, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Baca Juga  Firdaus Raih Gelar Doktor Hukum Unand, Bedah Keadilan Sistem JKN

Berdasarkan data, sebanyak 78 porsi makanan bergizi telah dibagikan untuk siswa TK, 1.816 porsi untuk siswa SD, 624 porsi untuk siswa SMP, dan 938 porsi untuk siswa SMA.

Dengan adanya program ini, diharapkan kebutuhan gizi siswa terpenuhi sehingga mereka dapat belajar dengan lebih optimal.

Namun, masukan dari siswa untuk memperkaya variasi menu menjadi perhatian yang patut dipertimbangkan agar program ini semakin diminati. (*)