Selebritis

TOP Eks BigBang Dikecam atas Akting di Squid Game 2, Sutradara Hwang Dong-hyuk Membela

×

TOP Eks BigBang Dikecam atas Akting di Squid Game 2, Sutradara Hwang Dong-hyuk Membela

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Mantan rapper BigBang, Choi Seung-hyun atau yang dikenal sebagai TOP, menuai kritik tajam atas penampilannya sebagai Thanos (Player 230) di serial drama populer Netflix “Squid Game 2”. Perannya sebagai rapper yang mudah marah dalam permainan mematikan ini memicu reaksi beragam, terutama dari publik Korea Selatan.

Menurut laporan Channel News Asia pada Senin (30/12), media lokal menyebut akting TOP sebagai “tak tertahankan,” dengan penonton melabelinya sebagai “pilihan pemeran terburuk.” Kritikan ini semakin tajam karena karakternya yang menggunakan narkoba dianggap mencerminkan kontroversi pribadi TOP di dunia nyata.

Baca Juga  Isi Chat Mesum Laras Gartiana Sahabat Noe Row Viral, Diduga Selingkuh dengan Kekasih Nabila

Namun, sutradara Hwang Dong-hyuk membela keputusan casting tersebut. Dalam wawancara dengan People, Hwang mengatakan TOP adalah aktor yang tepat untuk memerankan Thanos dan memuji keberaniannya mengambil peran yang kompleks.

“Saya rasa dia butuh banyak keberanian untuk memerankan karakter ini, yang memiliki banyak kesamaan dengan dirinya, termasuk sisi negatifnya. Sebagai sutradara, saya sangat puas dengan apa yang ia lakukan terhadap karakter tersebut,” ujar Hwang.

Sejak diumumkan sebagai salah satu pemeran pada bulan lalu, pria berusia 37 tahun ini telah menjadi sasaran kritik, meskipun beberapa penggemar memujinya atas keberanian untuk kembali ke dunia hiburan setelah jeda panjang.

Baca Juga  Jisoo BLACKPINK Teken Kontrak Global dengan Warner Records, Siap Rilis Mini Album Solo

Sementara itu, sebagian penonton menyebut peran tersebut terasa seperti “ejekan terhadap dirinya sendiri” dan mereka merasa sulit membedakan apakah TOP sedang berakting atau sekadar menjadi dirinya.

Kontroversi ini menambah warna pada popularitas “Squid Game 2”, dengan perhatian publik tidak hanya terfokus pada jalan cerita, tetapi juga dinamika di balik pemilihan para aktor.