INGATLAH.COM – Memasuki pertengahan Desember, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat, lonjakan harga yang paling mencolok terjadi pada cabai rawit.
Harga komoditas ini naik drastis dari Rp21.300 menjadi Rp30.300 per kilogram.
Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga.
Harga daging ayam ras per kilogram naik dari Rp44.900 menjadi Rp45.300, sementara telur ayam dari Rp26.300 menjadi Rp27.800 per kilogram.
Kenaikan juga terlihat pada cabai merah yang kini dihargai Rp27.300 per kilogram dari sebelumnya Rp24.700.
Sementara itu, harga daging sapi tetap menjadi yang tertinggi di antara kebutuhan pokok lainnya, yakni stabil di Rp140.000 per kilogram.
Sebaliknya, beras menjadi komoditas dengan harga terendah, mencatatkan sedikit penurunan dari Rp16.000 menjadi Rp15.600 per kilogram.
Berikut daftar lengkap perubahan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Solok Selatan:
• Beras: Turun dari Rp16.000 menjadi Rp15.600 per kilogram.
• Daging Ayam Ras (per kilogram): Naik dari Rp44.900 menjadi Rp45.300.
• Daging Ayam Ras (per ekor): Stabil di Rp65.000 per ekor.
• Telur Ayam: Naik dari Rp26.300 menjadi Rp27.800 per kilogram.
• Bawang Merah: Naik dari Rp29.200 menjadi Rp29.700 per kilogram.
• Cabai Rawit: Naik dari Rp21.300 menjadi Rp30.300 per kilogram.
• Cabai Merah: Naik dari Rp24.700 menjadi Rp27.300 per kilogram.
• Minyak Goreng Curah: Naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram.
• Minyak Goreng Kemasan: Stabil di Rp20.000 per kilogram.
• Gula Pasir: Stabil di Rp18.000 per kilogram.
• Bawang Putih: Naik dari Rp40.000 menjadi Rp41.200 per kilogram.
• Daging Sapi: Stabil di Rp140.000 per kilogram.
Kenaikan harga kebutuhan pokok ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama menjelang akhir tahun yang sering kali diwarnai dengan peningkatan konsumsi.
Para pedagang memperkirakan harga dapat terus bergerak dinamis seiring dengan permintaan pasar yang cenderung meningkat. (*)





