INGATLAH.COM – Pertemuan mediasi antara Pratiwi Noviyanthi dan Agus Salim, korban penyiraman air keras, diwarnai insiden tak terduga pada Selasa (26/11/2024) di kawasan Kuningan, Jakarta.
Mediasi yang diinisiasi oleh pengacara senior Krisna Murti itu mendadak berubah menjadi sorotan ketika Pratiwi Noviyanthi memutuskan untuk walk out atau meninggalkan forum.
Langkah mengejutkan ini tidak hanya membuat Agus Salim terperangah, tetapi juga kuasa hukum Pratiwi, Brian Praneda.
Tak lama setelah insiden tersebut, Brian mengambil keputusan mengejutkan dengan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum Pratiwi.
Dalam pernyataannya, Brian mengungkapkan bahwa ia tidak bisa melanjutkan pendampingan hukum terhadap Pratiwi setelah sikap kliennya yang dianggap di luar kendali.
Keputusan ini mengakhiri keterlibatan Brian dalam kasus yang telah menyita perhatian publik.
Profil Singkat Brian Praneda
Brian Praneda bukanlah sosok baru dalam dunia hukum. Sebelum terlibat dalam kasus Pratiwi Noviyanthi, ia dikenal sebagai salah satu kuasa hukum yang pernah menangani kasus besar, termasuk kasus Indra Kenz.
Dalam kasus tersebut, Brian membela Indra Kenz, seorang afiliator yang diduga menerima keuntungan hingga 70 persen dari kerugian para investor trading platform Binomo.
Peran Brian dalam kasus ini sempat menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Saat ini, Brian menjabat sebagai Managing Partner di firma hukum Praneda & Partners Law Firm yang berbasis di Jakarta.
Berdasarkan profilnya di LinkedIn, ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Sriwijaya, Palembang.
Selain itu, Brian juga aktif dalam organisasi sosial, menjabat sebagai Chief of LPPH YAPSI (Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia).
Pengunduran Diri yang Memicu Spekulasi
Keputusan Brian untuk mundur dari kasus Pratiwi Noviyanthi memunculkan berbagai spekulasi.
Banyak yang mempertanyakan apakah langkah ini murni keputusan profesional atau ada faktor lain yang melatarbelakanginya.
Sementara itu, kasus antara Pratiwi Noviyanthi dan Agus Salim masih terus berjalan. Insiden walk out dan pengunduran diri kuasa hukumnya menambah kompleksitas proses penyelesaian kasus ini.
Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya komunikasi dan koordinasi antara klien dan kuasa hukum dalam setiap langkah hukum yang diambil.
Bagi Brian Praneda, pengunduran dirinya mungkin menjadi salah satu langkah besar dalam karier profesionalnya sebagai pengacara, sekaligus menjadi tantangan baru untuk membangun kembali citra dan kepercayaan publik. (*)





