Berita

Komisi III DPR RI Bahas Kasus Polisi Tembak Polisi di Mapolda Sumbar

×

Komisi III DPR RI Bahas Kasus Polisi Tembak Polisi di Mapolda Sumbar

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, bersama rombongan tiba di Mapolda Sumatra Barat pada Senin (25/11/2024) untuk mengadakan rapat bersama jajaran kepolisian terkait insiden penembakan antaranggota polisi di Polres Solok Selatan.

“Kami ingin mendengarkan langsung keterangan dari bapak Kapolda Sumbar bersama jajarannya terkait kasus yang terjadi kemarin,” ujar Sahroni saat tiba di Mapolda Sumbar.

Sahroni menegaskan bahwa kunjungannya sebatas rapat di Mapolda dan tidak ada rencana untuk meninjau lokasi kejadian maupun Polres Solok Selatan.

Rapat yang berlangsung tertutup di lantai 4 Mapolda Sumbar ini dihadiri oleh enam anggota DPR RI dari Komisi III.

Sebelumnya, tim Inavis Polda Sumbar mengungkapkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pada Jumat (22/11/2024).

Baca Juga  Ratusan Crosser Jajal Medan Adventure Seribu Rumah Gadang

Tim menemukan delapan selongsong peluru di dua lokasi berbeda: dua di parkiran Polres dan enam di rumah dinas Kapolres Solok Selatan.

Direskrimum Polda Sumbar, Kombes Pol Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, diduga melepaskan tembakan di rumah dinas setelah insiden penembakan terhadap Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Ansar, di parkiran Polres.

“Kami juga menemukan tujuh bekas tembakan peluru di dinding rumah dinas Kapolres, namun ada selongsong peluru yang belum ditemukan,” ujar Andri pada Sabtu (23/11/2024).

Andri menambahkan, meski ditemukan tujuh lubang bekas peluru di dinding, tidak ada tanda-tanda perlawanan atau situasi saling serang di dalam rumah dinas Kapolres.

Baca Juga  Polisi Tangkap Pria yang Diduga Mencuri iPhone 11 di Masjid Nurul Islam

Penyelidikan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan detail kejadian.

“Saat kejadian, Kapolres berada di rumah. Namun situasi yang terjadi masih didalami oleh personel Inavis,” sambungnya.

DPR RI Pantau Proses Penyelidikan

Komisi III DPR RI berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan tuntas dan transparan.

Ahmad Sahroni menyatakan bahwa kedatangannya ke Mapolda Sumbar adalah untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai prosedur.

“Kami ingin mendengar langsung keterangan resmi dari Kapolda Sumbar dan jajaran agar kasus ini tidak menimbulkan spekulasi,” tegas Sahroni.

Insiden ini menjadi perhatian serius karena melibatkan anggota kepolisian di internal institusi. Publik menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut terkait kasus yang mengejutkan ini. (*)