Berita

Truk Pembawa Sembako Dicegat Warga, Diduga untuk Politik Uang Pilkada Pesisir Selatan

×

Truk Pembawa Sembako Dicegat Warga, Diduga untuk Politik Uang Pilkada Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini
Sebuah truk fuso bermuatan ribuan paket sembako dicegat warga Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (21/11). (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Sebuah truk fuso bermuatan ribuan paket sembako dicegat warga di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (21/11).

Insiden ini menghebohkan masyarakat setempat karena truk tersebut diduga terkait dengan praktik politik uang menjelang Pilkada serentak pada 27 November 2024.

Truk besar berwarna hitam dengan nomor polisi BA 9487 QU tersebut mengangkut beras, minyak goreng, dan gula dalam jumlah besar.

Warga mencurigai aktivitas truk yang sebelumnya terlihat mendistribusikan sembako ke sebuah rumah.

“Kami curiga karena truk besar seperti ini jarang masuk wilayah kami. Apalagi dengan bawaan barang sebanyak itu,” ujar Ronal, salah satu warga.

Baca Juga  Sembilan Ahli Waris Korban Banjir dan Longsor di Pessel Terima Santunan dari Kemensos

Ia menduga sembako tersebut digunakan untuk memengaruhi pilihan masyarakat demi mendukung salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati.

Edo Saputra, yang mengaku sebagai pemilik sembako, membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa paket tersebut merupakan bantuan dari Partai Gerindra untuk anak-anak pesantren di Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ini adalah program rutin yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Tidak ada kaitannya dengan kampanye paslon,” kata Edo, yang juga merupakan Liaison Officer (LO) paslon nomor urut 1 RA-NAsta.

Bawaslu Lakukan Penyelidikan

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, menegaskan bahwa truk tersebut sudah diamankan di Mapolres Pesisir Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga  Pilkada Padang Dituding Banyak Kecurangan, Politik Uang Diduga Kuat Menjadi Penyebabnya

“Kami akan memastikan apakah ini termasuk pelanggaran kampanye atau bukan. Proses ini akan ditangani oleh Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” jelas Afriki.

Ia juga menambahkan bahwa pemilik rumah tempat distribusi sembako dilakukan telah memberikan keterangan bahwa total paket yang akan dibagikan mencapai 10.000 unit.

Peristiwa ini menuai reaksi keras dari masyarakat, baik di lokasi maupun di media sosial. Warga menuntut agar praktik politik uang diberantas secara serius untuk menjaga integritas Pilkada Pesisir Selatan.

Bawaslu diharapkan bersikap profesional dan transparan dalam menyelesaikan kasus ini demi mencegah terulangnya dugaan kecurangan serupa. (*)