INGATLAH.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Kemah Bakti Bhinneka Tunggal Ika di Tiger Camp, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, pada Selasa (12/11).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air dan nilai kebangsaan di kalangan siswa-siswi sekolah menengah di Kota Padang.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Padang, Edi Hasymi, menegaskan pentingnya menanamkan semangat kebangsaan sejak dini.
“Pembaharuan kebangsaan yang baik dimulai sejak usia remaja. Melalui perkemahan ini, kita memperkenalkan keberagaman yang ada di Kota Padang, mulai dari perbedaan suku, agama, hingga budaya,” ujarnya.
Edi menjelaskan, melalui kegiatan ini, para pelajar belajar saling mengenal satu sama lain.
Dengan demikian, jika terjadi gesekan atau konflik kecil di kemudian hari, akan lebih mudah diselesaikan karena hubungan yang telah terjalin sejak dini.
“Anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Pengenalan terhadap keberagaman perlu dilakukan sejak usia muda agar mereka bisa membangun harmoni dan toleransi ketika memimpin Kota Padang atau bahkan Indonesia nantinya,” tambah Edi.
Edi juga menyarankan agar kegiatan semacam ini dijadikan agenda tahunan Pemko Padang untuk terus ditingkatkan kualitasnya.
Kepala Badan Kesbangpol Padang, Tarmizi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini melibatkan 100 siswa dari empat sekolah menengah di Kota Padang.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal yang baik dalam membangun keberagaman di kalangan pelajar.
“Dengan rutinitas sekolah yang padat, pelajar jarang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan siswa dari sekolah lain. Perkemahan ini menjadi wadah bagi mereka untuk berbaur dan membangun kebersamaan,” katanya.
Ke depan, Kesbangpol Padang berkomitmen untuk meningkatkan skala dan jumlah peserta kegiatan serupa.
“Kami berharap bisa melibatkan lintas pemuda yang akan difasilitasi melalui forum pembaharuan kebangsaan. Dengan demikian, Kota Padang dapat menjadi kota yang lebih kondusif dan harmonis,” ujar Tarmizi. (*)





