INGATLAH.COM – Ratusan warga dan simpatisan pasangan calon Mahyeldi Ansharullah dan Vasko Ruseimy memadati kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (2/11) malam.
Kehadiran pasangan calon yang diusung PKS, Gerindra dan Demokrat ini disambut antusias oleh massa yang hadir disertai yel-yel khususnya.
Dalam sambutannya, Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan para pendukung yang telah mempercayakan PKS sebagai partai pemenang dalam pemilu lalu.
Ia mengingatkan bahwa saat ini PKS di Sumatera Barat memegang posisi penting, baik di tingkat provinsi maupun kota.
“Di tingkat provinsi, Ketua DPRD Sumbar dijabat oleh Muhidi dari PKS, sedangkan di Kota Padang, PKS diwakili oleh Muharlion,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menjelaskan bahwa pada Pilkada mendatang, PKS kembali mengusung dua pasangan calon.
Di Kota Padang, pasangan Iqbal-Amasrul diusung sebagai calon walikota dan wakil walikota, sementara dirinya bersama Vasko Ruseimy maju sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat.
Selama masa kampanye, Mahyeldi mengaku telah mengunjungi berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat serta menerima banyak informasi menarik.
Salah satunya adalah dukungan yang kuat dari tiga mantan Bupati Solok, yakni Syamsu Rahim, Gusmal, dan Gamawan Fauzi.
“Baru saja, tim dari Pak Gusmal bahkan meminta saya untuk kembali berkampanye di Solok. Pak Gusmal siap menggerakkan massanya untuk mendukung kami,” ungkapnya.
Selain itu, Mahyeldi juga menuturkan pengalaman unik saat berkampanye di Kabupaten Pasaman, Lubuk Sikaping.
Di sana, tiga calon bupati lokal kompak memberikan dukungan kepada pasangan Mahyeldi-Vasko.
“Ketika kami kampanye di sana, kami tidak boleh membawa salah satu calon dari Pasaman untuk ikut serta dalam kampanye,” tambah Mahyeldi.
Tak hanya itu, dukungan juga mengalir dari tokoh Pariaman, Masful, yang menyatakan kesetiaannya mendukung Mahyeldi.
“Masful menyampaikan bahwa orang Pariaman tidak akan memilih calon selain Mahyeldi. Bahkan, menurutnya, orang Solok sendiri tidak memilih calon dari Solok, sehingga lebih baik Mahyeldi melanjutkan kepemimpinannya di Sumbar,” tutur Mahyeldi sambil menirukan ucapan Masful. (*)





