INGATLAH.COM – Calon Gubernur Sumatera Barat nomor urut 1, Mahyeldi bertemu langsung dengan Kelompok Perikanan Rao Selatan dalam kunjungan untuk membahas pengembangan sektor perikanan di daerah tersebut.
Mahyeldi memaparkan sejumlah program pembangunan yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan, dengan fokus utama pada peningkatan potensi perikanan Sumbar.
“Potensi budidaya ikan di Sumatera Barat sangat besar. Kedepannya, ini akan menjadi salah satu konsentrasi utama dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh masyarakat, yang menganggap pengembangan sektor perikanan ini sangat penting bagi perekonomian lokal.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam mewujudkan program-program ini. Salah satu langkah yang akan ditempuh pemerintah adalah menyediakan pakan ikan dengan harga terjangkau.
“Kami akan menyediakan pakan yang murah sehingga tidak membebani masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan produksi dan menjaga stabilitas harga,” jelasnya.
Program-program tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mengoptimalkan distribusi dan pengolahan hasil perikanan.
“Kami berharap program ini bisa membantu menekan biaya produksi dan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam usaha perikanan mereka,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, masyarakat mengeluhkan masalah pengairan kepada Mahyeldi. Karena saat ini petani setempat sangat terkendala karena tidak lancarnya hilirisasi.
“Di daerah kami, pengairan sawah tersendat. Air tidak sampai karena sumbernya terbatas. Kami butuh solusi dari bapak Mahyeldi untuk permasalahan ini,” ungkap Ruslan, salah seorang petani.
Mendengar aspirasi warga, Mahyeldi menyatakan komitmennya untuk mencari solusi yang komprehensif dan merata di seluruh Sumatera Barat.
Ia menjelaskan bahwa pemerataan pembangunan sektor perikanan dan pertanian akan menjadi prioritasnya.
“Kita akan mencari cara terbaik agar semua sektor yang kami programkan kedepannya itu berjalan beriringan,” tutup Mahyeldi. (*)





