Berita

Adik Tikam Kakak Hingga Tewas, Sebelumnya Sering Cek Cok

×

Adik Tikam Kakak Hingga Tewas, Sebelumnya Sering Cek Cok

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM- Riko (32) meregang nyawa, setelah adik kandung Agus Fajri (25) menusuk dada bagian kirinya menggunakan pisau dapur, yang terjadi di jalan Cipta Karya Ujung, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Pada Kamis (17/10/24).

Tusukan Agus Fajri (25) dikatakan Kapolsek Binawidiya, Kompol Asep Rahmat, menembus ke Jantung.

“Tersangka merupakan adik kandung korban, menusuk dada bagian kiri menggunakan pisau, tembus ke Jantung, yang menyebabkan abangnya tewas ditempat,” Jelasnya.

Tersangka dan korban dikatakan Kompol Asep, sering terlibat perselisihan dan aksi penusukan bukan kali pertama.

“Tersangka dan korban sering terlibat perselisihan, dan pelaku pernah menusuk tangan korban, namun waktu itu dapat didamaikan oleh Babhinkamtibmas,” Ungkap Kapolsek Binawidiya.

Baca Juga  Jelang Musorprov KONI Sumbar, Tensi Politik Olahraga Memanas Dibalut Isu Intervensi

Kompol Asep juga mengatakan, Tersangka pada saat kejadian, baru pulang dari tempat bekerja dan dalam kondisi istirahat.

“Momentumnya pada saat kejadian, Mungkin pelaku baru pulang bekerja dalam kondisi capek dan pengen istirahat, mungkin dari korban ini menghardik orang tuanya, dia tidak terima, akhirnya dia melakukan tindakan diluar batas dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, yang itu kakak kandungnya sendiri,” jelasnya.

Pelaku nekat menikam Abang kandungnya, dugaan awal polisi dikatakan Kapolsek Binawidiya, akibat pengaruh Narkoba. Namun, setelah dilakukan pengecekan urine, tersangka negative mengkonsumsi narkoba.

“Analisa kami dilapangan sebelumnya bahwa, kami mendalami, barang kali pelaku menggunakan narkoba, ternyata setelah kami tes urine, negative, memang Psikologis pelaku pada saat itu nekat, tanpa fikir panjang,” tutup Kapolsek.

Baca Juga  May Day di Pekanbaru Kondusif, Tidak Terlihat Aksi Unjuk Rasa

Dari berita sebelumnya, Kejadian penikam bermula saat Riko yang saat itu berada di rumah bersama ibunya, menanyakan kepada ibunya terkait gula yang habis.

Ibu korban, yang sedang mencuci piring di belakang rumah, meminta Riko untuk membeli sendiri gula yang sudah habis tersebut.

“Permintaan sederhana ini rupanya memicu amarah korban, yang berujung pada pertengkaran antara Riko dan ibunya,” katanya.

Mendengar keributan tersebut, Agus yang saat itu sedang tidur di dalam kamar, langsung keluar dan ikut terlibat dalam pertengkaran.

“Adu mulut antara A dan R semakin memanas hingga A secara tiba-tiba mengambil pisau dari dalam rumah dan menusukkan senjata tersebut ke arah R,” jelasnya.