SumbarSolok

639 Personel SAR Gabungan Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang di Solok

×

639 Personel SAR Gabungan Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang di Solok

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COm – Sebanyak 639 personel SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban bencana alam banjir bandang yang melanda wilayah Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Ratusan personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang, TNI, Polri, BPBD, Brimob, Satpol PP, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, PMI, hingga masyarakat.

Operasi pencarian memasuki hari ketiga atau H3 pada Rabu (23/9/2026).

Tim SAR gabungan mulai bergerak sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi wilayah pencarian ke dalam empat sektor atau Search and Rescue Unit (SRU).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, dalam laporan perkembangan operasi SAR menyebutkan pencarian dilakukan di wilayah terdampak dengan total area pencarian sekitar 11 kilometer.

“Pada tanggal 23 September pukul 07.00 WIB, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan search area sekitar 11 kilometer yang dibagi menjadi empat SRU pada empat sektor,” demikian laporan operasi SAR.

SRU 1 melakukan pencarian di Sektor A yang berada di sekitar lokasi kejadian dengan luas area sekitar 2,5 kilometer. Sementara SRU 2 menyisir Sektor B dengan luas area sekitar 3,5 kilometer.

Baca Juga  Rajut Identitas Lewat 140 Karya, Swarnadwipa 2026 Sukses Hadirkan Percakapan Fotografi Dunia

Selanjutnya, SRU 3 melakukan pencarian di Sektor C dengan panjang area sekitar 5 kilometer. Adapun SRU 4 menyisir Sektor D dengan panjang area pencarian sekitar 5 kilometer.

Pencarian dilakukan menggunakan berbagai peralatan pendukung operasi SAR, antara lain rescue car, rescue truck, rescue carrier, excavator, peralatan SAR air, peralatan mountaineering, peralatan evakuasi dan ekstrikasi, peralatan medis serta komunikasi.

“Tim juga mengerahkan drone termal untuk membantu proses pencarian di wilayah yang sulit dijangkau secara langsung oleh personel di lapangan,” ungkapnya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 36 orang terdampak telah terdata dalam operasi tersebut.

Dari jumlah itu, satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD), sementara satu orang lainnya masih dalam status dalam pencarian (DP).

Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Agusra (59), warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguak, Kabupaten Solok.

Sementara korban meninggal dunia adalah Daffi Arrahman (21), warga Kayu Aro Aia Baliang.

Baca Juga  Kebakaran Hebat di Depan Kantor Wali Kota Solok, Penyebab Masih Diselidiki

Banjir bandang terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Solok pada Senin (21/9/2026).

Hujan mulai turun sekitar pukul 18.00 WIB dan sekitar pukul 20.00 WIB banjir bandang menerjang wilayah Arosuka dan sekitarnya.

Lokasi kejadian berada di Jorong Arosuko, Nagari Batang Barus, serta Jorong Linjuang Koto Tinggi, Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Titik lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 37 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang melalui garis lurus, sedangkan jarak melalui jalur darat mencapai sekitar 52 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Hingga pukul 18.00 WIB, seluruh rangkaian pencarian pada H3 telah dilaksanakan sesuai rencana operasi SAR. Namun, hasil pencarian masih nihil.

Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Kamis (24/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB.

“Kondisi cuaca di lokasi pada Rabu sore dilaporkan hujan ringan dengan kecepatan angin sekitar 2 kilometer per jam,” jelasnya.

Tim SAR gabungan masih akan melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan mempertimbangkan kondisi medan, cuaca, serta perkembangan situasi di lokasi bencana.