INGATLAH.COM – Pelatih Persiraja Banda Aceh, Jaya Hartono, mengakui anak asuhnya telah berjuang maksimal hingga menit-menit akhir pertandingan melawan PSPS Pekanbaru.
Namun, kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang menjadi gol kembali menjadi persoalan yang harus segera dibenahi tim berjuluk Laskar Rencong itu.
Jaya menilai Persiraja sebenarnya mampu tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Bahkan, menurutnya, peluang yang diperoleh timnya jauh lebih banyak dibandingkan kesempatan yang dimiliki lawan.
Sayangnya, Persiraja tidak mampu mengonversi peluang tersebut menjadi gol.
Sebaliknya, lawan justru mampu memanfaatkan kesempatan yang mereka dapatkan untuk mengubah jalannya pertandingan.
“Sebenarnya anak-anak, pemain kami sudah berjuang maksimal ya.,” kata Jaya Hartonousai laga.
“Seperti kita main di kandang kemarin, begitu banyaknya peluang yang kita ciptakan, bahkan lawan hanya satu, mereka bisa memanfaatkan satu peluang itu tok,” ujar Jaya, Sabtu (19/9/2026).
Masalah serupa kembali terlihat dalam pertandingan sore tersebut. Jaya menyebut Persiraja setidaknya memiliki empat hingga lima peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi gol.
Bahkan, salah satu peluang emas datang ketika pemain Persiraja berhadapan langsung dengan penjaga gawang lawan. Namun, kesempatan tersebut tetap gagal menghasilkan gol.
“Sementara kita, mungkin ada empat-lima peluang, tidak. Bahkan satu lawan satu dengan kiper pun kita tidak bisa masuk,” jelasnya.
Bagi Jaya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh diabaikan. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, banyaknya peluang tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan penyelesaian akhir yang efektif.
Meski kecewa dengan hasil yang diraih, Jaya enggan menyalahkan para pemainnya. Ia justru memberikan apresiasi atas perjuangan yang ditunjukkan seluruh skuad Persiraja sepanjang pertandingan.
Menurutnya, para pemain terus berusaha memberikan perlawanan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir. Selain berupaya menciptakan peluang, mereka juga terus mengejar ketertinggalan demi mendapatkan gol penyeimbang.
“Ya, banyak sekali peluang. Tapi anak-anak sudah cukup berjuang, bahkan sampai hari ini full. Anak-anak berjuang sampai 90 menit plus, sampai habis-habisan dia, berjuang,” ungkapnya.
Semangat untuk membalas gol lawan, kata Jaya, tetap terlihat hingga peluit panjang dibunyikan. Namun, kerja keras tersebut belum mampu mengubah skor akhir pertandingan.
Jaya juga menyebut faktor keberuntungan turut memengaruhi hasil pertandingan. Ketika Persiraja gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas, lawan justru mampu mengambil keuntungan dari kesempatan yang mereka miliki.
“Ingin membalas. Tapi ya, mungkin lawan lebih beruntung dengan pertandingan sore hari ini,” tambah Jaya.
Meski harus menerima hasil yang tidak sesuai harapan, Jaya tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya.
aIa menegaskan bahwa seluruh anak asuhnya telah mengerahkan kemampuan terbaik dan berjuang hingga pertandingan benar-benar berakhir.
“Tapi saya akui bahwa anak-anak sudah bermain habis-habisan tadi,” tegasnya.
Pernyataan Jaya memperlihatkan bahwa persoalan Persiraja bukan terletak pada minimnya peluang. Laskar Rencong justru mampu menciptakan sejumlah kesempatan untuk mencetak gol.
Pekerjaan rumah terbesar Persiraja kini adalah meningkatkan efektivitas di depan gawang. Sebab, dalam persaingan yang ketat, dominasi peluang tidak akan banyak berarti jika kesempatan emas gagal dikonversi menjadi gol.





