Berita

Coaching Padang Rancak Award Sesi II Tekankan Pemilahan Sampah Organik

×

Coaching Padang Rancak Award Sesi II Tekankan Pemilahan Sampah Organik

Sebarkan artikel ini

PADANG – Edukasi mengenai pemilahan sampah menjadi perhatian dalam pelaksanaan Coaching Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award (PRA) Sesi 2 Tahun 2026 di Kota Padang.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Eka Sakti (UNES) itu resmi dimulai di Ruang Sidang Rektorat Lantai I Universitas Eka Sakti, Sabtu (5/9/2026).

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, PRA Sesi 2 tahun ini memiliki waktu pelaksanaan lebih panjang, yakni mulai 12 Juli hingga 1 Oktober 2026. Penyesuaian tersebut bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang melalui Kabid Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH, Fuad Syukri, mengatakan tambahan waktu diberikan agar pengurus RT dan Bank Sampah dapat lebih fokus menjaga kondisi lingkungan masing-masing.

“Khusus sesi ini memang dialokasikan waktu lebih panjang agar setiap RT dan Bank Sampah dapat fokus memastikan lokasinya bersih secara konsisten. Fokus utama PRA kali ini dititikberatkan pada pemilahan sampah sisa makanan (organik) guna menekan emisi gas metan yang memicu perubahan iklim dan merusak lapisan ozon,” ujar Fuad Syukri.

Baca Juga  Empat Kurir Narkoba 54 Kg Sabu dan Ekstasi di Siak Segera Disidang

Ia menyebutkan, kebiasaan memilah sampah menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti hanya karena adanya perlombaan.

“Memilah sampah bertujuan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan baik dan benar. Diharapkan budaya bersih ini terus melekat, tidak hanya saat perlombaan berlangsung,” imbuhnya.

Untuk melakukan verifikasi terhadap 3.456 RT yang tersebar di Kota Padang, sebanyak 312 mahasiswa UNES diterjunkan langsung ke lapangan.

Fuad berpesan kepada para mahasiswa yang bertugas agar menjalankan proses penilaian dengan tetap memperhatikan etika, menjaga integritas serta bersikap santun ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP), Prof. Dr. Andi Suryaman Mustari Pide, S.H., M.Hum., turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Padang Rancak Award.

Saat membuka kegiatan, ia menilai program tersebut memiliki peran penting dalam mendorong terbentuknya karakter sekaligus kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Kegiatan PRA ini sangat vital dalam mengubah perilaku publik. Yang sedang kita bangun saat ini bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan membangun budaya dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan,” ungkap Prof. Andi.

Baca Juga  Perampokan Bersenjata Api di Dharmasraya, Warga Alami Luka Tembak

Sementara itu, Rektor UNES, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemko Padang kepada pihak kampus untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap pelaksanaan program dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga pengelolaan sampah secara mandiri semakin meningkat dan beban anggaran pengolahan sampah pada APBD dapat ditekan.

“Kepercayaan dari Wali Kota Padang ini harus dijawab secara profesional. Saya minta seluruh mahasiswa yang bertugas di lapangan dapat melaporkan hasil verifikasi secara jujur dan objektif kepada tim juri,” tegas Rektor UNES.

Ketua LPPM UNES, Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si., dalam reportasenya menyampaikan bahwa 312 mahasiswa yang dilibatkan berasal dari delapan fakultas.

Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Fisipol, Ekonomi, Akuntansi, Hukum, Teknik, FKIP, Pertanian, dan Sastra.

Sebelum turun ke lapangan, seluruh mahasiswa mendapatkan pembekalan atau coaching selama dua hari, yakni 5–6 September 2026. Pembekalan diberikan oleh tim teknis DLH dan Tim Juri PRA.

Pelaksanaan Padang Rancak Award Sesi 2 ini menjadi bagian dari upaya edukasi pemilahan sampah organik sekaligus mendorong kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan di Kota Padang.