INGATLAH.COM – Perjalanan David Federico mengenal Islam bermula dari kebiasaan sederhana ketika masih duduk di bangku SMA.
Pria kelahiran Pekanbaru, 12 Februari 2008, itu beberapa kali mengantarkan temannya ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh.
Dari kebiasaan tersebut, ketertarikan David terhadap Islam perlahan tumbuh hingga akhirnya ia memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya An Nur Pekanbaru, Jumat (11/9/2026).
Prosesi berlangsung selepas salat Jumat dan dipandu Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Ustaz Rubianto.
Puluhan jamaah turut menjadi saksi perjalanan David menjadi seorang Muslim.
Sebelum bersyahadat, David menceritakan bagaimana ketertarikannya terhadap Islam bermula.
Ia mengatakan, saat masih SMA dirinya beberapa kali ikut mengantar seorang teman ke masjid ketika hendak melaksanakan salat Subuh.
Awalnya, kegiatan tersebut dilakukan karena menemani teman.
Namun, dari sanalah David mulai mengenal suasana masjid dan melihat aktivitas umat Islam dalam menjalankan ibadah.
Ketertarikannya kemudian semakin berkembang setelah David mulai menyaksikan berbagai video ceramah tentang Islam melalui YouTube.
“Saya waktu SMA sering ikut mengantar teman ke masjid saat Subuh. Saya juga suka menonton ceramah-ceramah tentang Islam di YouTube. Dari situ muncul ketertarikan untuk masuk Islam,” kata David.
Berbagai pengalaman tersebut membuat rasa ingin tahu David terhadap Islam semakin besar.
Ia kemudian memutuskan untuk lebih mendalami agama Islam hingga akhirnya mengambil keputusan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
Saat prosesi berlangsung, David mengikuti setiap tuntunan yang diberikan Ustaz Rubianto.
Setelah selesai mengucapkan syahadat, ia resmi menjadi seorang Muslim.
Ustaz Rubianto kemudian memberikan sejumlah nasihat agar David tidak berhenti belajar setelah bersyahadat.
Menurutnya, syahadat merupakan awal dari perjalanan untuk mengenal Islam lebih jauh.
Karena itu, seorang mualaf perlu mendapatkan pendampingan dan terus mempelajari tata cara menjalankan ibadah.
“Yang paling penting setelah bersyahadat adalah tetap istiqamah. Terus belajar mengenal Islam, belajar ibadah, dan jangan pernah berhenti menuntut ilmu,” pesannya.
David juga diarahkan untuk mempelajari tata cara bersuci, salat, rukun iman dan rukun Islam.
Selain persoalan ibadah, ia diingatkan untuk tetap menghormati orang tua dan menjaga hubungan baik dengan keluarga meskipun terdapat perbedaan keyakinan.
Mualaf Center An Nur Riau turut memberikan perlengkapan salat kepada David sebagai bekal awal untuk menjalankan ibadah.
Prosesi kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jamaah mendoakan agar David diberikan kemudahan dan keteguhan hati dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.
Perjalanan David menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap Islam dapat tumbuh dari pengalaman sederhana. Dari mengantar teman salat Subuh hingga menyaksikan ceramah, rasa ingin tahu itu akhirnya membawanya pada keputusan untuk mengucapkan syahadat.





