INGATLAH.COM – Kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta pada pekan pertama BRI Super League 2026/27 meninggalkan satu keputusan menarik dari kubu Borneo FC Samarinda.
Pelatih Mauro Jeronimo membuat langkah tak biasa dengan menarik penjaga gawang Aldo Geraldo Manuel Monteiro alias Kadú pada menit ke-77 dan menggantinya dengan M Ridho.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan lantaran Borneo FC saat itu masih dalam posisi tertinggal.
Namun, Mauro memastikan pergantian tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan cedera maupun performa Kadú di bawah mistar.
Menurutnya, pergantian kiper dilakukan untuk membuka ruang bagi satu pemain asing tambahan di lapangan.
Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya mengubah komposisi tim demi mengejar gol penyama kedudukan.
“Mungkin itu semua sudah tahu kenapa kita tarik. Kalian sendiri lihat dia tidak cedera sama sekali. Tapi kita butuh satu pemain asing lagi di lapangan, makanya kita ambil keputusan tarik kiper kita,” kata Mauro.
“Jujur, mungkin mereka juga tidak terlalu banyak menyerang. Jadi kita tarik dia dan masukkan satu pemain asing lagi. Bukan karena dia cedera atau penampilannya tidak bagus,” lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Keputusan itu menjadi bagian dari strategi Borneo FC yang tampil lebih agresif pada babak kedua. Pesut Etam berusaha meningkatkan tekanan untuk mencari gol setelah tertinggal dari Persija.
Secara statistik, Borneo FC memang tampil cukup dominan dalam urusan menciptakan peluang.
Mereka melepaskan 17 tembakan sepanjang pertandingan dengan sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara Persija hanya mencatatkan delapan tembakan dan tiga di antaranya tepat sasaran.
Namun, agresivitas tersebut belum mampu menghasilkan gol hingga pertandingan berakhir.
Selain keputusan menarik kiper, komposisi pemain asing Borneo FC juga menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Mauro dalam laga tersebut.
Pelatih berusia 38 tahun itu mengakui pilihan pemain asing yang tersedia belum sepenuhnya ideal. Salah satu striker asing yang dimiliki tim bahkan belum berada dalam kondisi fit setelah baru pulih dari cedera.
“Kita tidak ada striker asing di bangku cadangan karena striker asing yang kita punya kurang fit. Kondisinya baru pulih dari cedera. Jadi, pemain yang ada di bangku cadangan tadi adalah pemain paling fit yang kita punya,” jelas Mauro.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Borneo FC yang tengah membangun kekuatan baru untuk menghadapi musim 2026/27. Mauro menyebut lebih dari 24 pemain baru bergabung dengan tim pada musim ini.
Banyaknya pemain anyar membuat proses membangun identitas permainan membutuhkan waktu. Mauro masih harus menemukan kombinasi serta komposisi terbaik agar tim mampu tampil konsisten di setiap pertandingan.
Meski gagal meraih poin pada laga perdana, Mauro tetap melihat sejumlah sisi positif dari permainan anak asuhnya. Terutama dari keberanian tim untuk meningkatkan intensitas serangan dan menciptakan banyak peluang setelah jeda.
Kini, Borneo FC harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Pesut Etam akan bertandang ke markas Persijap Jepara pada pekan kedua BRI Super League 2026/27.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (12/8) malam. Laga ini menjadi kesempatan bagi Borneo FC untuk bangkit sekaligus menguji sejauh mana proses pembentukan tim baru mulai menunjukkan hasil.





