INGATLAH.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia.
Sebanyak enam orang santri dan santriwati dipercaya mewakili Kabupaten Agam dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tahun 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Kompetisi tersebut digelar di UIN Sjech M. Djamil Djambek (UIN SMDD) Bukittinggi dan diikuti peserta terbaik yang merupakan perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Keikutsertaan santri dan santriwati PPM Diniyyah Pasia menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar pesantren.
Selain membawa nama Kabupaten Agam, ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan Bahasa Arab yang selama ini mereka pelajari di lingkungan pesantren.
Untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi tersebut, para peserta mendapatkan pembinaan secara intensif dari tim pembimbing PPM Diniyyah Pasia, yakni Ustaz Maldison, M.Pd., Luqmanul Hakim, S.Pd., Ustazah Novriyeni, MMLS., dan Dzia Ulhaq, S.F.U.
Pembinaan dilakukan tidak hanya dengan memperdalam materi dan kemampuan Bahasa Arab, tetapi juga mempersiapkan mental serta kepercayaan diri peserta agar mampu tampil optimal saat berhadapan dengan peserta dari daerah lain.
Tim pembimbing PPM Diniyyah Pasia, Ustaz Maldison mengatakan keikutsertaan para santri dalam OBA tingkat provinsi merupakan bagian penting dari proses pendidikan di pesantren.
Menurutnya, kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir atau kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bagi santri untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman, dan membangun keberanian dalam berkompetisi.
“Bagi kami, mengikuti Olimpiade Bahasa Arab ini bukan hanya tentang bagaimana meraih juara. Yang paling penting adalah bagaimana santri mendapatkan pengalaman, berani tampil, mampu mengukur kemampuan diri, dan terus termotivasi untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Arab,” ujar Maldison.
Ia menjelaskan, para peserta telah mendapatkan pembinaan dan pendampingan untuk menghadapi berbagai materi yang akan diujikan.
Persiapan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan peserta sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap Bahasa Arab.
“Kami berusaha memberikan pembinaan semaksimal mungkin. Anak-anak juga terus kami dorong agar belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin dalam berlatih, dan tidak mudah menyerah. Kami ingin mereka datang ke perlombaan dengan persiapan yang matang dan kepercayaan diri yang baik,” katanya.
Maldison berharap keikutsertaan para santri dan santriwati PPM Diniyyah Pasia dapat memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Agam.
Namun, terlepas dari hasil perlombaan, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti OBA diharapkan menjadi bekal berharga bagi perkembangan akademik dan karakter para santri.
“Target tentu kami berharap bisa meraih prestasi terbaik dan kalau Allah mengizinkan, bisa melanjutkan ke tingkat nasional. Tetapi kami juga ingin anak-anak menikmati prosesnya, mengambil pengalaman sebanyak mungkin, dan menjadikan kompetisi ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi,” tuturnya.
Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang mencakup kesungguhan belajar, kedisiplinan, latihan, keberanian, serta dukungan dan doa dari berbagai pihak.
“Kami berharap perjuangan mereka menjadi langkah awal untuk prestasi yang lebih tinggi. Semoga mereka bisa membawa nama baik PPM Diniyyah Pasia, Kabupaten Agam, dan Sumatera Barat hingga ke tingkat nasional,” harap Maldison.
Keikutsertaan dalam OBA tingkat provinsi juga diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan santri terhadap Bahasa Arab.
Bahasa tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran di pesantren, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan akademik para santri.
Keluarga besar PPM Diniyyah Pasia pun memberikan dukungan penuh kepada para peserta yang berlaga dalam kompetisi tersebut. Semangat untuk terus belajar dan berprestasi diharapkan tidak berhenti pada ajang OBA tahun ini.
Dari pesantren untuk Kabupaten Agam, dari Agam untuk Sumatera Barat, dan semoga perjuangan para duta Bahasa Arab PPM Diniyyah Pasia dapat berlanjut hingga tingkat nasional.
Selamat berjuang para santri dan santriwati PPM Diniyyah Pasia.
Terus belajar, percaya diri, dan ukir prestasi untuk mengharumkan nama daerah serta almamater.





