INGATLAH.COM – Tim penyelamat terus berjuang menaklukkan medan berat untuk mengevakuasi korban yang tertimbun longsor di bekas tambang emas Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Irwan Efendi, akses menuju lokasi kejadian hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, menempuh perjalanan sejauh empat jam lebih.
“Saat ini tim di lapangan menghadapi kendala berat dalam evakuasi, namun usaha maksimal tetap dilakukan,” ujar Irwan, Jumat (27/9).
Medan yang sulit dilalui kendaraan roda dua memaksa tim pencarian dan penyelamatan harus berjalan kaki menembus hutan untuk mencapai lokasi kejadian.
Kondisi ini membuat proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan 11 personel untuk membantu proses evakuasi korban yang masih terjebak di lokasi longsor.
“Sebanyak 11 personel telah kami kirim untuk membantu mengevakuasi korban yang masih belum ditemukan,” katanya.
Irwan Effendi menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor yang terjadi pada Kamis (26/9) sore.
“Proses evakuasi manual yang dilakukan berhasil menemukan 15 korban meninggal dunia,” jelasnya.
Dari 15 korban yang ditemukan, empat di antaranya telah dievakuasi ke lokasi sementara, sementara sisanya masih berada di tempat kejadian.
Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu dan kondisi medan untuk menyelesaikan misi penyelamatan ini. (*)





