INGATLAH.COM — Enam hari berlalu, kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, masih menyisakan bara. Sekitar 5 hektare lahan terbakar dan tim gabungan harus bekerja ekstra keras untuk mencegah api kembali membesar.
Kebakaran berada di kawasan Dusun II, tepatnya antara Jalan Perwira dan Jalan Keluarga. Medan gambut tebal yang ditumbuhi semak belukar membuat api sulit dituntaskan hanya dengan pemadaman permukaan.
Polri, TNI, dan Manggala Agni mengerahkan 27 personel untuk melakukan pemadaman dan penyekatan. Kekuatan tersebut diperkuat sejumlah kendaraan, mesin pemadam, selang, tangki air, serta satu unit helikopter Water Booming.
Angin kencang menjadi salah satu kendala terbesar. Asap tebal juga mengganggu jarak pandang petugas, sementara sumber panas yang berada di dalam lapisan gambut berpotensi kembali memunculkan api meski kobaran di permukaan telah padam.
Tim kemudian melakukan pendinginan sekaligus membuat blokade di sekitar area yang belum terbakar. Police Line dipasang sebagai batas keamanan lokasi.
Namun hingga pukul 17.30 WIB, pasokan air di lokasi pemadaman habis. Petugas masih menemukan kepulan asap dari sejumlah bagian lahan. Operasi pun dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Jumat (21/8/2026).
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memastikan penanganan karhutla tetap menjadi prioritas.
“Sinergi Polri, TNI, dan Manggala Agni tetap solid. Kami kerahkan segala daya upaya untuk mengendalikan api, termasuk dukungan helikopter,” ujar Boby.
Boby mengatakan penghentian sementara bukan berarti penanganan berakhir. Tim tetap melakukan pemantauan dan akan kembali melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
“Kami siap kembali melanjutkan pendinginan esok hari agar api benar-benar mati total,” katanya.
Ia sekaligus meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. “Jangan melakukan pembakaran lahan karena risikonya sangat tinggi, terutama di kawasan gambut,” tegasnya.





