Riau

Di Tengah Kepungan Karhutla, Manggala Agni Tetap Kibarkan Merah Putih di Lokasi Pemadaman

×

Di Tengah Kepungan Karhutla, Manggala Agni Tetap Kibarkan Merah Putih di Lokasi Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Di Tengah Kepungan Karhutla, Manggala Agni Tetap Kibarkan Merah Putih di Lokasi Pemadaman
Di Tengah Kepungan Karhutla, Manggala Agni Tetap Kibarkan Merah Putih di Lokasi Pemadaman

PEKANBARU – Tak ada lapangan upacara, panggung, maupun barisan panjang seperti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia pada umumnya.

Senin (17/8/2026), personel Manggala Agni justru memperingati HUT ke-81 RI di tengah tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau.

Di sela-sela aktivitas menjinakkan api, para petugas menyempatkan diri mengibarkan bendera Merah Putih dan menggelar upacara sederhana di lokasi pemadaman.

Keterbatasan kondisi di lapangan tidak menjadi alasan bagi mereka untuk melewatkan momentum penghormatan terhadap kemerdekaan.

Dengan perlengkapan tugas dan suasana lokasi yang masih dipenuhi aktivitas pemadaman, para personel tetap berdiri memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan upacara sengaja dilaksanakan secara sederhana karena sebagian besar personel masih harus menjalankan tugas pengendalian karhutla.

“Sederhana saja, yang penting bisa memberikan penghormatan,” ujar Ferdian.

Pada hari kemerdekaan tersebut, tim Manggala Agni masih berjibaku melakukan pemadaman di empat lokasi.

Baca Juga  Usai Ibadah di Madinah, Jemaah Haji Kampar Kloter 05 Bersiap Jalani Puncak Haji di Mekkah

Titik tersebut berada di Rimbo Panjang dan Pagaruyung, Kabupaten Kampar; Pangkalan Libut, Kabupaten Bengkalis; serta Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Bagi Ferdian, keberadaan personel di lokasi karhutla pada momentum peringatan kemerdekaan bukan sekadar tuntutan pekerjaan.

Menurutnya, menjalankan tugas untuk menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat juga merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa.

“Patriotisme menjadi semangat tim Manggala Agni untuk terus melaksanakan tugas dengan baik,” katanya.

Di tengah perayaan kemerdekaan yang berlangsung di berbagai tempat, para petugas memilih tetap berada di lapangan.

Mereka berhadapan dengan kondisi medan yang sulit, panas, asap, serta risiko kebakaran yang sewaktu-waktu dapat meluas.

Penanganan karhutla di sejumlah wilayah tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat.

Kolaborasi antarpihak dinilai penting karena setiap lokasi memiliki karakter medan dan kondisi kebakaran yang berbeda.

Baca Juga  Puluhan Pekerja Sawit Diserang Sekelompok Orang di Rohul, 25 Orang Luka-Luka

Tim harus menyesuaikan strategi pemadaman dengan kondisi di lapangan agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas.

Di sisi lain, upaya penanganan karhutla pada Senin belum mendapat dukungan dari operasi modifikasi cuaca (OMC).

Ferdian menyebut kondisi atmosfer belum memungkinkan pelaksanaan OMC karena tidak ditemukan awan potensial yang dapat dimanfaatkan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya tim di lapangan.

Personel Manggala Agni bersama seluruh unsur yang terlibat tetap melakukan pemadaman dengan mengandalkan sumber daya dan peralatan yang tersedia.

“Kami mengupayakan yang terbaik untuk kami kerjakan dalam pengendalian karhutla,” pungkas Ferdian.

Di tengah kobaran api, pengibaran Merah Putih yang dilakukan para petugas menjadi gambaran lain tentang makna kemerdekaan.

Bagi mereka, penghormatan kepada bangsa bukan hanya dilakukan melalui upacara, tetapi juga dengan tetap bekerja menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.