RiauKampar

Tengah Malam di Makam Pahlawan, Kapolres Kampar: Kemerdekaan Bukan Hadiah

×

Tengah Malam di Makam Pahlawan, Kapolres Kampar: Kemerdekaan Bukan Hadiah

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM — Tepat di pergantian hari menuju 17 Agustus, TMP Kusuma Eka Bhakti, Bangkinang, mendadak sunyi. Bukan pesta dan gemerlap perayaan yang terlihat, melainkan barisan pasukan yang berdiri tegak dan nyala obor yang menerangi gelapnya malam dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS), Senin (17/8/2026) dini hari.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K., bersama Forkopimda Kabupaten Kampar hadir dalam upacara yang digelar untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Dandim 0313/Kampar Letkol Czi Satriady Prabowo bertindak sebagai Inspektur Upacara. Pasukan kehormatan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Kampar berdiri dalam formasi dengan penuh disiplin.

Baca Juga  Tak Berkutik, Pengedar Sabu di Kuok Diciduk Satresnarkoba Polres Kampar

Prosesi berlangsung penuh keheningan. Setelah penghormatan kepada arwah pahlawan dan peletakan karangan bunga, lampu dipadamkan. Api obor kemudian dinyalakan di sisi kanan dan kiri inspektur upacara.

Dalam cahaya obor yang berpendar di antara makam, naskah renungan suci dibacakan. Tak ada sorak-sorai. Yang terdengar hanya suara pembacaan naskah dan doa untuk para pahlawan yang telah gugur demi Indonesia.

Kapolres Kampar mengatakan momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini dibangun dari pengorbanan, darah dan air mata para pejuang.

Baca Juga  Pangdam XIX Tuanku Tambusai Nobar Final Piala Dunia Bersama Ribuan Warga Pekanbaru

“Menjaga kemerdekaan bukan hanya dengan mengenang para pahlawan, tetapi juga dengan menjaga persatuan, keamanan dan bekerja tulus untuk rakyat,” ujar Boby.

Ia berharap semangat perjuangan para pahlawan tidak berhenti sebagai cerita sejarah, tetapi menjadi energi bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan.

“Semangat para pahlawan harus terus menyala di dada kita, seperti obor yang tak pernah padam,” katanya.

Usai doa dan penghormatan terakhir, upacara ditutup dengan pembubaran pasukan. Malam itu, nyala obor di TMP Kusuma Eka Bhakti seolah menjadi pesan kuat: kemerdekaan harus terus dijaga oleh generasi yang mewarisinya.