Olahraga

Dihajar Phnom Penh Crown 0-4, Begini Kata Pelatih Persik Kediri

×

Dihajar Phnom Penh Crown 0-4, Begini Kata Pelatih Persik Kediri

Sebarkan artikel ini
Dihajar Phnom Penh Crown 0-4, Begini Kata Pelatih Persik Kediri
Dihajar Phnom Penh Crown 0-4, Begini Kata Pelatih Persik Kediri

INGATLAH.COM – Persik Kediri harus menelan kekalahan telak dalam kiprahnya di Turnamen Internasional Piala Gubernur Malaka.

Macan Putih takluk 0-4 dari wakil Kamboja, Phnom Penh Crown, pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Hang Jebat, Malaka, Sabtu (15/8/2026).

Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi Ezra Walian dan kawan-kawan. Namun, pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, memilih menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi penting sebelum tim menghadapi kompetisi Super League 2026/27.

Persik sebenarnya mampu memberikan perlawanan cukup ketat pada babak pertama. Pertahanan Macan Putih baru berhasil ditembus Phnom Penh Crown pada menit ke-33.

Long Phearath menjadi pemain yang membuka keunggulan wakil Kamboja tersebut. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta pada babak pertama sehingga Phnom Penh Crown memasuki ruang ganti dengan keunggulan 1-0.

Situasi berubah drastis setelah turun minum. Persik kesulitan meredam tekanan lawan dan harus kembali memungut bola dari gawang yang dikawal Andhika Ramadhani sebanyak tiga kali.

Eam Ratana menggandakan keunggulan Phnom Penh Crown pada menit ke-51. Hanya berselang empat menit, Daniel Bares kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.

Baca Juga  Timnas Futsal Putri ke Final SEA Games 2025, Kritik untuk PSSI Muncul Lagi

Persik semakin kesulitan mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-67, Yem Devit mencetak gol keempat sekaligus memastikan kemenangan telak Phnom Penh Crown.

Meski kalah, Marcos Reina tidak ingin anak asuhnya larut dalam kekecewaan. Menurutnya, pertandingan tersebut justru memberikan pengalaman berharga karena Persik berhadapan dengan tim yang memiliki kualitas dan karakter permainan berbeda.

“Pengalaman bagus bagi tim. Kami menghadapi lawan yang kuat dan sulit dihadapi. Kami baru dalam taraf pembentukan tim. Sehingga saya coba semua pemain untuk menjalankan taktik permainan di pertandingan ini,” ujar Reina.

Bagi Persik, turnamen tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Super League 2026/27 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September mendatang.

Reina juga memanfaatkan turnamen ini untuk memberikan kesempatan bermain kepada para pemainnya. Dengan demikian, tim pelatih dapat melihat kemampuan masing-masing pemain sekaligus menentukan komposisi terbaik sebelum kompetisi resmi dimulai.

Persik masih memiliki satu pertandingan tersisa dalam turnamen tersebut. Macan Putih akan menghadapi tim yang kalah dari pertandingan antara Melaka FC dan Jurong FC pada Senin (17/8/2026).

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Persik untuk menutup kiprah di turnamen dengan hasil positif sekaligus memperbaiki sejumlah kekurangan yang terlihat saat menghadapi Phnom Penh Crown.

Baca Juga  Tanpa Bek Andalan, Semen Padang FC Siap Tantang Persik di Stadion H Agus Salim

Menariknya, meski meraih kemenangan besar, pelatih Phnom Penh Crown, Oleg Starynskyi, tetap memberikan apresiasi terhadap permainan Persik.

Pelatih asal Ukraina itu menilai Macan Putih merupakan tim yang mampu memberikan perlawanan dan menjadi lawan yang tepat bagi Phnom Penh Crown dalam persiapan menghadapi kompetisi domestik di Kamboja.

“Persik tim bagus dan memberi perlawanan yang ketat. Kami senang dapat lawan tangguh untuk persiapan Liga Kamboja,” ujar Starynskyi.

Kemenangan atas Persik juga menjadi modal bagi Phnom Penh Crown untuk melangkah ke pertandingan berikutnya.

“Berikutnya kami persiapkan diri untuk tampil di partai final,” tambahnya.

Bagi Persik, kekalahan 0-4 menjadi alarm sekaligus bahan pembelajaran. Masih ada waktu bagi Marcos Reina untuk memperbaiki organisasi pertahanan, meningkatkan efektivitas permainan, dan mematangkan komposisi skuad sebelum kompetisi Super League 2026/27 benar-benar dimulai.

Turnamen Piala Gubernur Malaka pun menjadi bagian dari proses Persik menemukan bentuk terbaiknya sebelum menghadapi pertarungan panjang di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.