INGATLAH.COM – Kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Rabu (12/8/2026) diprakirakan relatif kondusif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca didominasi udara kabur hingga cerah berawan pada pagi hari, kemudian berlanjut cerah berawan hingga berawan pada siang, sore, malam, hingga dini hari.
Forecaster On Duty BMKG, Putri Santy S, mengatakan hingga saat ini belum terdapat potensi cuaca ekstrem maupun peringatan dini untuk seluruh wilayah Riau.
“Secara umum cuaca di Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan dan tidak ada peringatan dini. Potensi hujan juga tidak diprakirakan secara khusus dalam periode ini,” ujar Putri, Rabu.
BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 50 sampai 98 persen.
Sementara arah angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih berada dalam kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.
Di tengah kondisi cuaca yang cukup bersahabat, BMKG juga mencatat perkembangan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera.
Berdasarkan pembaruan data pada pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 501 hotspot di seluruh Sumatera.
Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 168 titik.
Disusul Bangka Belitung 112 titik, Lampung 78 titik, Jambi 64 titik, Aceh 23 titik, Riau 23 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatera Barat 9 titik, Bengkulu 6 titik, dan Sumatera Utara 4 titik.
Khusus di Riau, hotspot tersebar di enam kabupaten dan kota.
Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 12 titik.
Selanjutnya Indragiri Hilir sebanyak 6 titik, Siak 2 titik, serta Pelalawan, Kampar, dan Kota Pekanbaru masing-masing satu titik.
BMKG mencatat tren positif dalam penurunan jumlah hotspot di Riau.
Dalam sehari, jumlah titik panas berkurang signifikan dari 53 titik pada Selasa (11/8/2026) menjadi 23 titik pada Rabu (12/8/2026), atau turun sebanyak 30 titik.
Penurunan tersebut menjadi kabar baik di tengah upaya intensif berbagai pihak dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.





