INGATLAH – MTsN 17 Tanah Datar resmi meluncurkan sanggar kaligrafi sebagai wadah pengembangan bakat seni Islami bagi para siswa.
Peresmian yang digelar di lingkungan madrasah, Padang Luar, Nagari III Koto, Rabu (5/8), menandai dimulainya program ekstrakurikuler kaligrafi yang diikuti 15 siswa pada angkatan perdana.
Ketua Tim Bidang Seni Islami, Olahraga, dan Tahfiz Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Tanah Datar, Abu Hanifah, mengatakan peluncuran sanggar tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat pembinaan seni kaligrafi di lingkungan madrasah.
“Alhamdulillah, sanggar ini resmi diluncurkan di hadapan keluarga besar MTsN 17 Tanah Datar. Hari ini juga menjadi pertemuan perdana bagi 15 siswa yang bergabung. Mudah-mudahan jumlah pesertanya terus bertambah,” ujarnya.
Abu Hanifah menilai kehadiran sanggar kaligrafi akan membuat proses belajar di madrasah semakin menarik.
Menurutnya, siswa kini memiliki ruang untuk mempelajari seni menulis indah Islam secara lebih terarah dengan pendampingan dari Tim Pengembang dan Peningkatan Mutu Madrasah Kankemenag Tanah Datar.
Ia menyebut MTsN 17 menjadi madrasah pertama di Kabupaten Tanah Datar yang memiliki sanggar kaligrafi sebagai program unggulan. Para peserta dipilih berdasarkan bakat, minat, serta pengalaman mereka dalam bidang seni.
Sementara itu, Kepala MTsN 17 Tanah Datar, Syambasri, menjelaskan bahwa pada pertemuan perdana siswa langsung memperoleh materi dasar berupa teori dan praktik menulis kaligrafi menggunakan qalam, tinta, serta kertas khusus.
Selain menyusun kurikulum pembelajaran, tim dari Kankemenag juga akan melakukan pendampingan dan evaluasi secara berkala agar kualitas pembinaan terus meningkat.
Menurut Syambasri, pembelajaran kaligrafi tidak hanya dilakukan di dalam kelas.
Ke depan, siswa juga akan dikenalkan dengan teknik kaligrafi digital agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.
“Program ini bertujuan menampung sekaligus mengembangkan minat dan bakat siswa sehingga mereka memiliki kesempatan meraih prestasi pada berbagai ajang, termasuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ),” katanya.
Untuk kegiatan rutin selanjutnya, latihan di sanggar akan dipandu oleh guru pendamping sekaligus praktisi kaligrafi, Dina Rahmita.
Syambasri berharap sanggar tersebut mampu melahirkan generasi kaligrafer muda yang berprestasi dan dapat mengharumkan nama madrasah di tingkat daerah maupun nasional.
Ia juga berharap inovasi yang dilakukan MTsN 17 dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam menghadirkan program pengembangan keterampilan yang bermanfaat bagi peserta didik.





