HukrimRiau

Napi Kabur, Begini Kata Kakanwil Ditjenpas Riau Soal Petugas Terima Uang Rp30 Juta

×

Napi Kabur, Begini Kata Kakanwil Ditjenpas Riau Soal Petugas Terima Uang Rp30 Juta

Sebarkan artikel ini
Napi Kabur, Begini Kata Kakanwil Ditjenpas Riau Soal Petugas Terima Uang Rp30 Juta
Napi Kabur, Begini Kata Kakanwil Ditjenpas Riau Soal Petugas Terima Uang Rp30 Juta

INGATLAH.COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Rudy Fernando Sianturi, membantah kabar yang menyebut petugas pengawal telah menerima uang Rp30 juta terkait kaburnya narapidana Ibnu Satya Darma.

Menurut Rudy, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ketiga petugas memang mengaku sempat mendapat tawaran uang, namun tidak ada pengakuan bahwa uang tersebut telah diterima.

“Pengakuan petugas memang ada diiming-imingi, tapi mereka belum menerima. Semua akan menjadi terang setelah yang bersangkutan tertangkap,” katanya.

Rudy meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ia menegaskan seluruh dugaan masih didalami melalui proses pemeriksaan internal.

Menurutnya, kesimpulan baru dapat diambil setelah seluruh alat bukti dan keterangan saksi dikumpulkan.

Ditjenpas Riau juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengungkap secara utuh kronologi kaburnya narapidana tersebut.

Baca Juga  Terungkap, Ini Identitas Ojol Perempuan yang Tewas Kecelakaan Maut di Pekanbaru

Apabila nantinya ditemukan adanya transaksi ataupun keterlibatan pihak lain, proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, INGATLAH.COM memberitakan bahwa upaya pengejaran terhadap narapidana kasus narkotika yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus diperluas.

Terbaru, tim gabungan yang terdiri dari petugas pemasyarakatan dan kepolisian kini telah bergerak hingga ke Jakarta untuk memburu keberadaan Napi Ibnu Satya Darma.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Rudy Fernando Sianturi, mengatakan pengejaran dilakukan secara intensif setelah berbagai informasi mengenai keberadaan narapidana tersebut berhasil dihimpun petugas.

“Pencarian dibantu tim kepolisian dan saat ini sudah masuk ke Jakarta,” kata Rudy saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Baca Juga  PMII Riau Ternyata Laporkan Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC ke Polda

Menurut Rudy, perluasan pencarian ke ibu kota menunjukkan bahwa aparat tidak hanya berfokus di wilayah Riau.

Berbagai informasi yang diperoleh di lapangan terus ditindaklanjuti guna mempersempit ruang gerak narapidana tersebut.

Meski demikian, Rudy belum bersedia mengungkap lokasi maupun target operasi yang sedang dilakukan demi kepentingan penyelidikan.

“Tim masih terus mengejar, mudah-mudahan segera ada titik terang,” ujarnya.

Ibnu Satya Darma diketahui melarikan diri pada Rabu (22/7/2026) saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di RS PMC Pekanbaru.

Setelah selesai diperiksa dokter, ia dibawa menuju apotek rumah sakit untuk mengambil obat.

Saat menunggu obat disiapkan, Ibnu diduga memanfaatkan kelengahan petugas pengawal untuk melarikan diri.