UtamaOlahragaPekanbaruRiau

PSPS Pekanbaru Pertahankan Pramudya Dwi untuk Misi Besar Liga 2 Musim Ini

×

PSPS Pekanbaru Pertahankan Pramudya Dwi untuk Misi Besar Liga 2 Musim Ini

Sebarkan artikel ini
PSPS Pekanbaru Pertahankan Pramudya Dwi untuk Misi Besar Liga 2 Musim Ini
PSPS Pekanbaru Pertahankan Pramudya Dwi untuk Misi Besar Liga 2 Musim Ini

INGATLAH.COM – Di tengah geliat pembentukan skuad menghadapi Liga 2 musim 2026/2027, PSPS Pekanbaru diam – diam sedang menenun masa depan.

Bukan hanya soal perekrutan pemain anyar, tetapi juga tentang menjaga benang-benang muda yang diyakini akan menjadi kekuatan utama tim.

Salah satu benang itu bernama Pramudya Dwi Trenady.

Bek tengah berusia 21 tahun tersebut resmi dipertahankan manajemen PSPS Pekanbaru, menjadikannya pemain keenam dari skuad musim lalu yang tetap berseragam Askar Bertuah.

Pengumuman itu disampaikan melalui media sosial resmi klub, sekaligus menjadi sinyal bahwa PSPS tidak sekadar membangun tim untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan.

Bagi Pramudya, kepercayaan ini bukan sekadar perpanjangan kontrak. Ini adalah ruang untuk tumbuh.

Dengan postur 179 sentimeter dan karakter permainan yang tenang, Pramudya dinilai memiliki fondasi kuat sebagai bek tengah modern.

Ia tak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kemampuan membaca permainan, sebuah kualitas yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Manajemen melihat sesuatu yang lebih dalam dirinya yaitu potensi jangka panjang.

Langkah mempertahankan Pramudya juga mencerminkan arah baru PSPS di bawah komando pelatih kepala Akhyar Ilyas.

Juru taktik yang sebelumnya menukangi Persiraja Banda Aceh itu dipercaya meracik keseimbangan antara pemain berpengalaman dan talenta muda lokal.

Sebuah formula yang tak mudah, tetapi menjanjikan.

Sebelum Pramudya, lima nama lebih dulu dipastikan bertahan Antonio Gamaroni, Vieri Donny, Ilham Fathoni, Ilham Syafri, dan Misbakus Solikin.

Keenam pemain ini menjadi kerangka awal yang akan dipoles menjadi tim kompetitif. Namun perjalanan PSPS belum selesai.

Manajemen masih sangat membuka ruang untuk menambah amunisi baru.

Sejumlah nama tengah dibidik untuk memperkuat setiap lini, demi menghadapi Liga 2 yang diprediksi semakin ketat musim ini.

Di sisi lain, denyut harapan juga datang dari tribun.

Baca Juga  Begini Kata Penyerang PSPS Ilham Fato Usai Diimbangi Sumsel United

Suporter setia, Asykar Theking, terus mengikuti setiap perkembangan. Mereka menunggu bukan hanya nama-nama baru, tetapi juga kebangkitan tim kebanggaan yang lama dirindukan.

Rencananya, PSPS akan memulai latihan perdana pada pertengahan Juli 2026.

Agenda ini menjadi gerbang awal pramusim, termasuk proses seleksi pemain yang akan melengkapi skuad.

Sementara itu, jadwal resmi Liga 2 masih menunggu penetapan operator. Meski demikian, kompetisi diperkirakan mulai bergulir pada akhir Agustus hingga awal September.

Bagi Pramudya, waktu itu bukan sekadar hitungan kalender. Itu adalah panggung.

Panggung untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan bukan tanpa alasan. Bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap skuad, melainkan bagian dari masa depan PSPS Pekanbaru.

Dan di lini belakang Askar Bertuah, satu nama muda kini mulai menegaskan eksistensinya perlahan, tapi pasti.

Sebelumnya, INGATLAH.com memberitakan PSPS Pekanbaru akan kembali berjuang di Grup Barat pada kompetisi Liga 2 musim ini.

Namun, tantangan kali ini dipastikan jauh lebih berat setelah persaingan diramaikan dua tim kuat, yakni PSIS Semarang dan Semen Padang FC yang baru saja terdegradasi dari Liga 1.

Kabar itu pertama kali disampaikan tim berjuluk Askar Bertuah itu di akun resminya, Senin (23/6/2026).

Kompetisi Liga 2 sendiri dijadwalkan mulai bergulir pada September 2026 dengan diikuti 20 klub yang dibagi ke dalam dua grup, yakni Grup Barat dan Grup Timur.

Seluruh tim akan bersaing ketat untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Bagi PSPS Pekanbaru, musim ini menjadi ujian besar sekaligus momentum penting untuk kembali menunjukkan kapasitas sebagai salah satu tim yang layak bersaing di papan atas.

Klub berjuluk Askar Bertuah itu dipastikan tergabung di Grup Barat bersama sembilan tim lain yang memiliki kekuatan, sejarah, dan ambisi besar.

Baca Juga  Harga TBS Kelapa Sawit Riau Kembali Naik Periode 8-14 Juli 2026

Selain PSIS Semarang dan Semen Padang FC, PSPS juga akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Sumsel United, FC Bekasi City, PSGC Cimahi, Persikad Depok, serta Persiku Kudus.

Komposisi tersebut membuat Grup Barat diprediksi menjadi grup paling sengit musim ini.

Kehadiran PSIS Semarang dan Semen Padang FC sebagai tim yang baru turun dari Liga 1 jelas menambah panas persaingan.

Kedua klub itu dipastikan datang dengan target besar untuk segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi.

Dengan materi pemain dan pengalaman di level tertinggi, PSIS dan Semen Padang diprediksi menjadi ancaman utama bagi seluruh tim di Grup Barat.

Tak hanya itu, PSMS Medan dan Persiraja Banda Aceh juga menjadi kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kedua tim memiliki basis suporter besar dan sejarah panjang dalam persaingan sepak bola nasional.

Bagi PSPS, menghadapi ketatnya persaingan ini tentu membutuhkan persiapan matang. Manajemen dan tim pelatih dituntut membangun skuad yang solid agar mampu bersaing secara konsisten sepanjang musim.

Apalagi format kompetisi musim ini masih menggunakan sistem triple round robin, yang berarti setiap tim akan bertemu tiga kali di fase grup. Situasi ini membuat setiap pertandingan memiliki nilai penting dan tidak ada ruang untuk kehilangan banyak poin.

Dengan jadwal panjang dan lawan-lawan berat, PSPS Pekanbaru dituntut tampil stabil sejak laga perdana jika ingin menjaga asa promosi.

Kini, harapan besar publik sepak bola Riau kembali bertumpu pada langkah Askar Bertuah. Dukungan suporter diharapkan menjadi kekuatan tambahan agar PSPS mampu melewati persaingan keras dan mewujudkan mimpi kembali ke Liga 1.